Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Platform digital agregator di bidang logistik dan pergudangan, Shipper, menggandeng Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dan Komite Nasional Ekonomi & Keuangan Syariah (KNEKS) untuk meningkatkan daya saing 15.000 lebih UMKM menjelang Bulan Ramadhan.
Hal itu dilakukan melalui penyelenggaraan Festival UMKM Shipper. Event ini digelar seiring dengan munculnya tren yang terjadi pada 50 persen UMKM yang mengalami penurunan penjualan ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri dan pasca-Ramadhan seiring kembali normalnya pola konsumsi masyarakat
“Selain dalam upaya mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional, Festival UMKM Shipper ini kami tujukan secara spesifik untuk membantu UMKM dalam mengantisipasi tren perdagangan di bulan Ramadan,” ucap Jessica Hendrawidjaja, Chief Marketing Officer Shipper Indonesia dalam keterangan resmi, Rabu (6/4/2022).
Baca juga: Ingin Bisnis Sukses? Jangan Lupa Lakukan Branding Produk
Selain pembekalan materi melalui webinar, Shipper juga akan memberikan pembinaan yang berkelanjutan kepada UMKM setelah Festival UMKM.
Dalam program ini, UMKM dapat masuk ke dalam inkubasi bisnis halal secara berkesinambungan dengan pemerintah dan swasta agar mereka dapat berkolaborasi dan mendapat dukungan sarana prasarana, manajemen hingga teknologi.
Shipper juga berkomitmen membantu UMKM dengan bantuan modal promosi di media sosial sebesar Rp 30 juta dan promosi di media lainnya yang dimiliki Shipper.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi terselenggaranya Festival UMKM sebagai komitmen Shipper dalam mendukung pengembangan UMKM.
Baca juga: Kenali Perilaku Konsumen di Bulan Puasa agar Bisnis Untung
“Saya berharap, Shipper dapat konsisten memberikan solusi bagi UMKM di Indonesia khususnya kemudahan logistik melalui inovasi dan adaptasi teknologi yang menjangkau seluruh negeri," kata dia
Adapun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap agar Festival UMKM Shipper dapat memajukan seluruh pelaku ekonomi kreatif agar dapat berkembang dan mampu bersaing secara nasional dan global.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.