JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) menggelar kegiatan pengembangan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di Aceh, Rabu (28/9/22).
Kegiatan yang bertajuk "Teknis Produksi Pengolahan Produk Berbahan Baku Nilam untuk Menembus Pasar Digital dan Global Competitive" ini ditujukan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Aceh.
“Acara ini dilakukan dalam rangka peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk dan tentu saja capacity building SDM melalui bimbingan teknis dan pendampingan," ujar Asisten Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia KemenKopUKM, Dwi Andriani Sulistyowati melalui siaran resminya, Kamis (29/9/22).
Dwi menyatakan, KemenKopUKM tengah berfokus untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) Aceh dalam mendukung salah satu program prioritas mereka, yaitu Rumah Produksi Bersama (RPB) UMKM.
Dwi juga menyampaikan kegiatan pengembangan SDM UKM ini dilakukan untuk mempersiapkan RPB komoditi nilam yang akan dibangun pemerintah Aceh.
"Maka sangat penting kegiatan untuk meningkatkan kompetensi SDM UKM dalam memenuhi standar produk ekspor, sehingga akan berdampak pada peningkatan kapasitas usahanya," jelas Dwi.
Asisten Deputi Pengembangan SDM UKM, Deputi Bidang UKM KemenKopUKM, Dwi Andriani Sulistyowati.Menurut Dwi, kegiatan ini juga akan memberikan pengetahuan tentang standard operating procedure (SOP) di dalam RPB yang harus dipenuhi untuk mendukung proses produksi lebih efisien dan efektif.
"Diharapkan dalam kegiatan pengembangan SDM UKM melalui peningkatan keterampilan (vocational) teknis produksi nilam ini, materi yang diberikan kepada peserta akan memperkaya pengetahuan dan kemampuan," kata Dwi.
Pengetahuan yang akan didapatkan antara lain, perihal standar produk ekspor yang harus dipenuhi terhadap kuantitas dan kualitas produksi, pemanfaatan limbah produksi, quality management, hingga cara memanfaatkan digital market agar pelaku usaha siap bertransaksi dengan konsumen.
Target dari kegiatan ini, peserta diharapkan dapat membuat SOP dalam manajemen pabrik (komoditi nilam) sehingga mampu membuat produk dengan efisien dan efektif nantinya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.