Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Nataru, UMKM Produsen Sambal di Malang Ini Genjot Produksi

Kompas.com, 12 Desember 2022, 08:50 WIB
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Jelang akhir tahun atau masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), salah satu UMKM sambal botol di Pandanwangi, Kota Malang meningkatkan produksi sambalnya.

Heni Wardhani, pemilik usaha ini menggenjot produksinya meskipun harga cabai mulai merangkak naik

Menurutnya, pada momen jelang Nataru ini, dia bisa mengirim produk sambal botolnya ke beberapa toko ritel dan toko oleh-oleh di berbagai daerah di Jawa Timur hingga dua kali lipat.

Baca juga: 5 Tips Jitu Mengembangkan Bisnis Jajanan Tradisional Biar Untung

"Untuk saat ini jelang Nataru produksi meningkat karena seperti tokoh oleh-oleh permintaannya lebih tinggi, biasanya kirim sebulan sekali, itu bisa lebih banyak atau dua kalinya, juga ke 7 toko ritel yang sudah kerjasama di Malang, Sidoarjo, Surabaya, karena ini kan termasuk high season," kata Heni pada Kamis (8/12/2022).

Berbagai jenis sambal dengan 23 varian dijualnya yang setiap botol berisi 150 gram, seperti sambal bawang merah, sambal cumi asin, sambal kacang teri dan lainnya.

Menurutnya, saat ini harga cabai di kisaran Rp 38.000 per kilogramnya dan kondisi itu dirasanya masih aman.

"Kalau saya cabai dibawah Rp 50.000 per kilogram itu menurut saya masih normal, kalau diatas itu mahal," katanya.

Namun, dia tidak memungkiri harga cabai yang terus naik akan berpengaruh terhadap ongkos produksi yang dikeluarkan. Selain itu hal tersebut juga berdampak terhadap keuntungan yang diperoleh.

"Terdampaknya pasti meningkatkan cost produksi, secara margin keuntungan berkurang, pas cabai lagi mahal-mahalnya bisa berkurang sampai 20 persen, kalau sekarang belum terlalu mahal," katanya.

Heni memiliki cara untuk menghadapi saat harga cabai mahal dan tidak menaikkan harga jual yang ada. Ia melakukan perhitungan perencanaan Harga Pokok Penjualan (HPP) pertahun. Selain itu juga mengurangi stok produk dengan mengutamakan pesanan yang sudah masuk terlebih dahulu.

"Biasanya kita hitung rata-rata, kita hitung dalam enam bulan atau satu tahun rata-rata harga cabai berapa, pas mahal enggak sepanjang tahun, cuma di dua bulan paling lama tiga bulan, pas murahnya juga kapan, itu kita bisa sampai kasih promo, beli dua gratis satu," katanya.

"Kedua kita mengutamakan pesanan, kita kurangi produksinya, jadi satu bulan kita produksi sekitar 3.000 botol, yang keserap 2.000 botol, sisanya kita stok buat sewaktu-waktu kirim, jadi kalau pas cabai mahal stok itu berkurang," tambahnya.

Baca juga: Pemkot Malang Gelar Pameran UMKM, Transaksi Tembus Ratusan Juta Rupiah

Disisi lain, dia bersyukur justru permintaan produknya meningkat ketika harga cabai mahal. Tetapi Heni tetap mengimbangi produksi yang ada sesuai perencanaan HPP yang telah dilakukannya.

"Pas cabai mahal mungkin orang malas nyambal jadi beli supaya bisa irit, pas cabai murah malah permintaan menurun karena orang cenderung bikin sendiri. Tapi pas cabai mahal kita kurangi produksi dengan mengurangi stok di rumah, karena costnya terlalu tinggi," katanya.

Tetapi, baginya kondisi paling terdampak saat harga kebutuhan pokok beberapa bulan lalu hampir bersamaan meningkat. Usahanya terpaksa menaikan harga produk yang ada.

"Kita enggak menaikkan harga ketika cabai naik, kecuali kalau semua bahan baku naik, kapan itu pernah naik selisih beberapa ribu pas minyak goreng mahal, harganya kalau sekarang perbotol Rp 25.000, sebelumnya beberapa bulan lalu Rp 23.000," katanya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau