Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kadin Berupaya Ciptakan Wadah Lebih Kuat untuk UMKM Negara ASEAN

Kompas.com - 22/02/2023, 17:13 WIB
Bestari Kumala Dewi

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Produk usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Indonesia juga punya potensi besar untuk terus berkembang dan menembus pasar global.

Terkait hal itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyatakan, ingin menciptakan wadah yang lebih kuat untuk menaungi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di negara-negara Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Wakil Ketua Kadin sekaligus Alternate Chair ASEAN Business Advisory Council (BAC) 2023 Bernardino Vega mengatakan, saat ini Kadin tengah bekerja sama dengan Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang (JETRO), yang menjadi tolok ukur dalam mengembangkan dan menumbuhkan UMKM.

Baca juga: Visa Gandeng Kadin Tingkatkan Literasi Keuangan bagi UMKM Indonesia

"Saya rasa kita bisa mereplikasi ini di negara-negara ASEAN," kata Bernardino, seperti dikutip dari Antara, Rabu (22/2/2023).

Hal itu ia sampaikan dalam rangka momentum ke-50 tahun Persahabatan dan Kerja sama Jepang-ASEAN dan bertepatan dengan Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun ini.

Menurut Bernardino, kemitraan Jepang dan ASEAN adalah kunci yang ingin dikembangkan, karena sudah terbukti dalam sejumlah proyek yang melibatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta transformasi hijau.

Proyek-proyek tersebut, di antaranya ladang angin di Vietnam, yakni lahan tempat kincir angin serta turbin angin penghasil energi dibangun, serta MRT Jakarta di Indonesia.

Karena itu, dikatakan Bernardino, saat ini momentum yang tepat untuk berinovasi bersama, memahami ekonomi baru dan mencari solusi dengan cara baru dengan melibatkan seluruh pihak tanpa kecuali.

Apalagi, Jepang masih menjadi investor terbesar di ASEAN. Selama 50 tahun, Jepang membantu ASEAN dalam mengembangkan proyek dan inisiatif bersama, melalui kepercayaan dan respek.

Baca juga: Agar UMKM Masuk Rantai Pasok Global, Ini Usul Teten Masduki kepada Kadin

"Dan tentu saat ini merupakan pembuktian atas apa yang Jepang dan ASEAN telah lakukan dan pengingat bagi kita semua apa yang bisa kita lakukan di masa depan dan akan menjadi seperti apa Jepang dan ASEAN," ujarnya.

Lebih lanjut Bernardino mengatakan, banyak sekali peluang di masa depan untuk bekerja sama guna menciptakan dan berinovasi bersama melalui teknologi dan cara berpikir yang baru.

Ia menyebutkan, sumbangsih ASEAN bagi ekonomi kawasan adalah yang terbesar di dunia, melampaui Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Pertumbuhan rata-rata negara-negara ASEAN, yakni 5,5 hingga enam persen, di antaranya Filipina 7,3 persen, Vietnam 9,3 persen dan Indonesia 5,3 persen.

"Di antara kelompok regional, ASEAN memiliki pertumbuhan terkuat dan penuh semangat pascapandemi di wilayah Indo-Pasifik yang terbentang antara Samudra Hindia dan Pasifik," pungkas Bernardino.

Baca juga: 5 Produk UMKM Asal NTT Tembus Pasar Australia, Ini Kata Kadin NTT

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau