Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perjalanan Bisnis Tahu Baxo Ibu Pudji, Oleh-oleh Legendaris Semarang

Kompas.com, 28 Juni 2024, 09:05 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com – Bepergian atau berlibur ke suatu tempat, tak lengkap rasanya jika tak membawa buah tangan khas daerah setempat.

Seperti halnya saat pergi ke Semarang, tentu tak asing lagi dengan oleh-oleh khas Kabupaten Semarang, Ungaran, yaitu Tahu Baxo Ibu Pudji.

Bisnis legendaris sejak tahun 1995 ini dirintis oleh sepasang suami istri, Pudjianto (67) dan istri tercinta, Sri Lestari (65). Mereka berdua merupakan pelopor dan pionir tahu bakso di Semarang.

“Tahu kan makanan kita sehari-hari, bakso juga kesukaan semua kalangan dari anak-anak sampai orang tua. Jadi kami coba gabungkan menjadi satu makanan baru, dengan harapan bisa disukai banyak orang,” jelas Pudji kepada tim Kompas.com saat ditemui di Semarang, beberapa waktu yang lalu.

Baca juga: Es Campur Ko Acia Beberkan Rahasia Bisnisnya Bertahan hingga Puluhan Tahun

Asal-usul Nama Tahu Baxo Ibu Pudji

Pudji mengungkap pada awal dirintis, makanan yang ia ciptakan belum dinamai tahu bakso. Awalnya hanya disebut tahu yang diisi daging.

Setelah kurang lebih satu tahun berjualan, di tahun 1996, barulah mereka menyebutnya tahu bakso.

Awalnya juga mereka tidak langsung menggunakan nama Tahu Baxo Ibu Pudji, melainkan masih bernama “Tahu Bakso Kepodang”, dikarenakan mereka tinggal dan berjualan di jalan Kepodang.

“Di tahun 2002 kami pindah ke jalan Kutilang, tidak lucu kan kalau masih pakai ‘Kepodang’. Masa jualan di Kutilang, nama usahanya tetap Tahu Bakso Kepodang,” katanya.

Maka mulai tahun 2002, Pudji mulai memperkenalkan produknya dengan nama Tahu Baxo Ibu Pudji. 

“Kalau dinamakan Bapak Pudji kan kurang menjual, soalnya istri yang masak. Jadi ya kami ambil separuh-separuh, Ibu dan Pudji biar adil,” tambahnya.

Baca juga: Kisah Bisnis Legendaris AGTL Ny. Nani S, Berdiri Sejak Tahun 1989

Memasarkan Secara Door to Door dan Gerobak Keliling

Awal berjualan, Pudji dan Sri berbagi tugas. Tak hanya mereka berdua, sang anak pun diikutsertakan untuk membantu berdagang setiap harinya.

Pudji bertugas untuk berbelanja ke pasar, lalu dilanjut dengan sang istri yang mengelola dan memasaknya.

Produk Tahu Baxo Ibu PudjiKompas.com - Ester Claudia Pricilia Produk Tahu Baxo Ibu Pudji

Untuk memperkenalkan tahu bakso yang saat itu masih baru, bukan merupakan hal yang mudah. Pudji dan istri harus memasarkannya secara door to door.

“Awalnya kami malu, karena belum yakin bakalan diterima apa enggak oleh masyarakat. Makanya kami berdua memperkenalkan tahu bakso ini dengan datang ke rumah-rumah satu per satu, memperkenalkannya langsung,” jelas pria asli Klaten itu.

Dua tahun setelahnya, sekitar tahun 1997, tahu bakso sudah mulai dikenali warga. Akhirnya mereka pun memberanikan diri untuk tampil di pasaran. Mereka berjualan di kampung berkeliling dengan gerobak, hingga ke pasar.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau