Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IPB Latih Warga Olah Ikan Nila dan Pemasaran Berbasis AI

Kompas.com, 14 Agustus 2026, 16:39 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

BOGOR, KOMPAS.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) University mendorong masyarakat Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, meningkatkan nilai tambah hasil budidaya ikan nila melalui pengembangan produk olahan dan pemasaran digital.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Program BIMA IPB University yang memasuki tahun ketiga.

Program yang dilaksanakan pada 6 dan 9 Agustus 2026 tersebut membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah ikan nila merah dan nila hitam sekaligus memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung pemasaran produk.

Baca juga: Impor Daging Sapi Turun, Harga Malah Naik, Ini Kata Guru Besar IPB

Ketua Pelaksana Program BIMA IPB University, Meti Ekayani mengatakan, pengembangan produk turunan dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat karena ikan nila yang selama ini dibudidayakan tidak hanya dijual sebagai bahan pangan segar.

“Produk turunan dari ikan nila merah dan ikan nila hitam dapat menjadi peluang yang ekonomis dalam berbagai kondisi masyarakat, seperti halnya acara wisuda, buah tangan hajatan, hingga peluang bisnis untuk Desa Cibanteng itu sendiri,” ujar Meti dikutip dari siaran pers, Jumat (14/8/2026).

Menurut dia, pengolahan ikan nila menjadi berbagai produk turunan dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.

“Sangat disayangkan apabila ikan nila yang dihasilkan tidak dimanfaatkan untuk menjadi produk turunan bernilai tambah untuk keuntungan masyarakat,” tuturnya.

Program tersebut memanfaatkan ikan nila hitam dan nila merah yang dibudidayakan dengan sistem bioflok tanpa molase. Pengembangan produk juga diarahkan menggunakan pendekatan ekonomi sirkular sehingga hasil budidaya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Diajarkan olah ikan hingga pemasaran digital

Dalam pelatihan pengolahan produk, masyarakat dibekali pengetahuan mengenai pembuatan produk turunan ikan nila, termasuk aspek higiene dan sanitasi.

Pelatihan yang disampaikan Prof. Dr. Tati Nurhayati tersebut juga mengajarkan masyarakat mengenali kualitas bahan baku dan mencegah kegagalan dalam proses produksi.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghasilkan produk olahan ikan yang lebih beragam sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.

Selain pengolahan produk, IPB University juga membekali masyarakat dengan strategi pemasaran digital.

Baca juga: Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat

Dr. Medhanita Dewi Renanti mengatakan, pemasaran produk perlu diawali dengan membangun identitas merek atau branding yang kuat. Pelaku usaha juga perlu memahami tren dan kebutuhan pasar sebelum memasarkan produknya secara lebih luas.

Masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah perangkat digital untuk melakukan riset kata kunci dan tren, termasuk Google Trends dan keywordtool.io.

Setelah memiliki identitas merek yang jelas, pelaku usaha didorong memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau