Editor
BOGOR, KOMPAS.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) University mendorong masyarakat Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, meningkatkan nilai tambah hasil budidaya ikan nila melalui pengembangan produk olahan dan pemasaran digital.
Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Program BIMA IPB University yang memasuki tahun ketiga.
Program yang dilaksanakan pada 6 dan 9 Agustus 2026 tersebut membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah ikan nila merah dan nila hitam sekaligus memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung pemasaran produk.
Baca juga: Impor Daging Sapi Turun, Harga Malah Naik, Ini Kata Guru Besar IPB
Ketua Pelaksana Program BIMA IPB University, Meti Ekayani mengatakan, pengembangan produk turunan dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat karena ikan nila yang selama ini dibudidayakan tidak hanya dijual sebagai bahan pangan segar.
“Produk turunan dari ikan nila merah dan ikan nila hitam dapat menjadi peluang yang ekonomis dalam berbagai kondisi masyarakat, seperti halnya acara wisuda, buah tangan hajatan, hingga peluang bisnis untuk Desa Cibanteng itu sendiri,” ujar Meti dikutip dari siaran pers, Jumat (14/8/2026).
Menurut dia, pengolahan ikan nila menjadi berbagai produk turunan dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
“Sangat disayangkan apabila ikan nila yang dihasilkan tidak dimanfaatkan untuk menjadi produk turunan bernilai tambah untuk keuntungan masyarakat,” tuturnya.
Program tersebut memanfaatkan ikan nila hitam dan nila merah yang dibudidayakan dengan sistem bioflok tanpa molase. Pengembangan produk juga diarahkan menggunakan pendekatan ekonomi sirkular sehingga hasil budidaya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Dalam pelatihan pengolahan produk, masyarakat dibekali pengetahuan mengenai pembuatan produk turunan ikan nila, termasuk aspek higiene dan sanitasi.
Pelatihan yang disampaikan Prof. Dr. Tati Nurhayati tersebut juga mengajarkan masyarakat mengenali kualitas bahan baku dan mencegah kegagalan dalam proses produksi.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghasilkan produk olahan ikan yang lebih beragam sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.
Selain pengolahan produk, IPB University juga membekali masyarakat dengan strategi pemasaran digital.
Baca juga: Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat
Dr. Medhanita Dewi Renanti mengatakan, pemasaran produk perlu diawali dengan membangun identitas merek atau branding yang kuat. Pelaku usaha juga perlu memahami tren dan kebutuhan pasar sebelum memasarkan produknya secara lebih luas.
Masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah perangkat digital untuk melakukan riset kata kunci dan tren, termasuk Google Trends dan keywordtool.io.
Setelah memiliki identitas merek yang jelas, pelaku usaha didorong memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar.