Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dosen Pulang Kampung IPB Kenalkan Pupuk Hayati kepada Petani di Garut

Kompas.com, 1 September 2026, 14:51 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Sebanyak 25 petani di Desa Jayamekar, Kec. Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapat pelatihan pemanfaatan pupuk hayati dari tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University 2026 pada 27-29 Agustus 2026.

Pelatihan tersebut berfokus pada pemanfaatan pupuk hayati untuk mendukung produktivitas dan kualitas tanaman serta buah. Kegiatan mencakup diskusi mengenai praktik pemupukan yang selama ini dilakukan petani hingga praktik pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair di lahan.

Dua dosen IPB University, Adi Hadianto dan Endang Gunawan, menjadi narasumber dalam kegiatan yang mengangkat tema "Implementasi Pupuk Hayati Unggulan IPB untuk Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Bibit Tanaman dan Buah" tersebut.

Baca juga: Petani Ngawi Panen 3 Kali Setahun, Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen

Adi mengatakan, keberhasilan budidaya tanaman tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit. Perawatan setelah penanaman, termasuk pemupukan, turut menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

“Bibit yang berkualitas tetap membutuhkan perawatan yang tepat. Jika pemupukan dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman, peluang keberhasilan pertumbuhan dan hasil panennya akan semakin tinggi,” kata Adi.

Menurut dia, petani perlu memahami jenis pupuk, waktu pemberian, serta cara pengaplikasiannya. Pemahaman terhadap ketiga aspek tersebut diperlukan agar pemupukan dapat dilakukan sesuai dengan kondisi tanaman.

Dalam pelatihan tersebut, petani juga diperkenalkan pada pemanfaatan pupuk yang didasarkan pada hasil riset dan perkembangan ilmu pengetahuan. Pengetahuan itu diharapkan dapat membantu petani menentukan praktik pemupukan secara lebih tepat.

Endang menambahkan, dosis pupuk perlu diperhatikan sejak tahap pencampuran hingga pengaplikasian di lahan. Kebutuhan nutrisi tidak selalu sama karena dipengaruhi jenis dan umur tanaman.

“Dosis saat pencampuran dan pengaplikasian pupuk tidak bisa disamaratakan. Tanaman yang masih muda memiliki kebutuhan berbeda dengan tanaman yang sudah memasuki fase produktif,” ujar Endang.

Ia mengatakan, penggunaan dosis yang sesuai dapat membantu tanaman menyerap unsur hara secara optimal. Sebaliknya, pemberian pupuk yang tidak sesuai dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi efektivitas pemupukan.

Karena itu, petani perlu mempertimbangkan kondisi tanaman sebelum menentukan dosis maupun metode pemberian pupuk.

Petani dapat langsung mempraktikkan

Salah seorang peserta pelatihan, Asep, mengatakan materi yang diberikan dapat langsung diterapkan dalam kegiatan budidaya. Menurut dia, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai pembuatan pupuk, tetapi juga cara menentukan dosis dan mengaplikasikannya berdasarkan umur tanaman.

Baca juga: IPB Kembangkan Pupuk Bokashi dari Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sekarang kami lebih memahami cara membuat pupuk, menentukan dosis, dan mengaplikasikannya sesuai dengan umur tanaman,” kata Asep.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat membantu petani memperbaiki pola perawatan tanaman dan mendukung peningkatan hasil panen.

Kegiatan Dospulkam di Desa Jayamekar juga menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengetahuan dari perguruan tinggi dengan kebutuhan petani di lapangan. Melalui pelatihan tersebut, hasil riset dan pengetahuan terkait pemupukan diperkenalkan untuk mendukung praktik budidaya di tingkat petani.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau