Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Program 1 Juta Warung Melek Digital Diharapkan Dapat Dukung UMKM di Jakarta

Kompas.com, 14 Februari 2022, 15:58 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menilai program Program 1 Juta Warung Melek Digital, kolaborasi GudangAda dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta dapat mendukung pengembangan usaha pemilik warung serta UMKM, khususnya di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Apalagi, kolaborasi tersebut dilakukan melalui pemanfaatan kemajuan teknologi digital di tengah masa pandemi Covid-19.

Ariza menilai program kolaborasi tersebut dinilai sangat menginspirasi, dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta mengedukasi pelaku UMKM dalam memahami pentingnya literasi digital.

Ariza menjelaskan, pelaku UMKM memiliki kesiapan dalam memenuhi permintaan masyarakat dan menjaga performa usahanya.

"Program ini sangat menginspirasi dan membanggakan. Mengingat, saat ini kita tengah hidup dalam era transformasi digital yang dipercepat sejak terjadi pandemi Covid-19. Kondisi itu harus dimanfaatkan untuk membangkitkan sektor kerakyatan, terutama UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia," kata Ariza dalam keterangannya.

Ariza menambahkan, UMKM sangat berpeluang untuk kembali bangkit di tengah tantangan ekonomi yang belum stabil akibat pandemi. Salah satunya dengan mulai bertranformasi ke ruang digital. Hal ini juga merupakan tuntutan zaman yang tidak bisa dilawan sebagai dampak revolusi 4.0.

Diketahui, pandemi dianggap akan dapat mempercepat transformasi digital pada dunia ekonomi. Beberapa UMKM di Jakarta telah menambah saluran pemasarannya sebagai salah satu strategi dalam mempertahankan usaha mereka.

Selain menjalankan usahanya dengan cara konvensional (offline), para pelaku UMKM mulai memanfaatkan platform marketplace atau e-commerce.

Penggunaan media sosial, terlebih pada saat pandemi telah menjadi bagian dari gaya hidup kebanyakan masyarakat Indonesia.

Dengan adanya media sosial maupun marketplace, UMKM dapat lebih mudah terhubung dengan sarana pemasaran serta permodalan secara daring, sehingga kegiatan usahanya dapat terus berjalan di tengah pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi.

Di samping itu, Ariza mengatakan upaya digitalisasi UMKM juga perlu dioptimalkan dengan memanfaatkan pembayaran berbasis digital untuk memudahkan kegiatan transaksi secara online. Kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan untuk bertahan dalam situasi pandemi.

"Kita berharap, peresmian program ini, akan mempercepat para pelaku UMKM bertransformasi ke ruang digital, sehingga menjadi lebih berdaya saing. Selain itu, keberadaan program ini diharapkan juga bisa mewujudkan terjalinya kolaborasi antara pelaku bisnis UMKM dengan platform e-commerce, terutama dalam menjalankan promo, pengemasan, hingga memperluas pemasaran," terang Ariza.

Selama ini, berbagai upaya juga telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan pengembangan kewirausahaan dan UMKM, salah satunya melalui program Jakpreneur.

Tercatat hingga Februari 2022, lebih dari 293.000 pelaku UMKM yang tergabung dalam program Jakpreneur penyediaan program khusus bagi anggota Jakpreneur untuk memanfaatkan platform GudangAda dapat terwujud dengan adanya program 1 Juta Warung Melek Digital.

Selain itu, pendampingan bisnis kepada para mitra binaan Dinas PPKUKM DKI Jakarta yang tergabung dalam Jakpreneur juga diharapkan dapat terealisasi untuk mengembangkan usaha mereka di era digital.

Dengan terus meningkatnya jumlah pelaku UMKM yang tergabung dalam Jakpreneur, Wagub Ariza pun berharap, GudangAda sebagai penyedia jasa untuk UMKM dapat terus melanjutkan upaya yang telah menargetkan 30 Juta UMKM pada tahun 2030.

"Program ini sebaiknya tidak hanya menjadi program, tapi juga nantinya menjadi gerakan. Kalau gerakan, kiranya akan membuat semua pihak bisa ikut terlibat mewujudkan tujuan bersama yang sudah ditetapkan, dan bisa dikolaborasikan dengan banyak pihak untuk mencapainya dan memperbesar tujuannya. Mengingat. jumlah UMKM warung ini jumlahnya sangat banyak," ungkap Ariza.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
Program
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Jagoan Lokal
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
Program
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau