Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ekspor Minuman Naik Tajam, UMKM Punya Peluang Tembus Pasar Global

Kompas.com, 16 Juni 2025, 19:14 WIB
Eriana Widya Astuti,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com — Lonjakan ekspor air dan minuman tanpa alkohol asal Indonesia sepanjang 2024 membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar global.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, nilai ekspor produk dalam kategori HS 2201–2202 mencapai 164,21 juta dolar AS, tumbuh 34,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Volume ekspor pun meningkat hingga 323,55 ribu ton atau naik 27,95 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Filipina menjadi tujuan utama ekspor dengan kontribusi 23,61 persen dari total ekspor tahun 2024, senilai 38,77 juta dolar AS. Disusul Vietnam (12,76 persen atau 20,96 juta dolar AS), Singapura (9,96 persen atau 16,35 juta dolar AS), Malaysia (8,57 persen atau 14,08 juta dolar AS), dan Timor Leste (7,23 persen atau 11,87 juta dolar AS).

Baca juga: Ekspor Alas Kaki Naik, Kemenperin: Indonesia Jadi Bagian Rantai Nilai Global

Pertumbuhan ekspor pada periode Januari–April 2025 juga menunjukkan peningkatan, terutama karena peningkatan permintaan dari 5 negara mitra sebelumnya.

Pada periode tersebut, nilai ekspor tercatat sebesar 77,47 juta dolar AS dengan volume 143.260 ton, masing-masing meningkat 73,45 persen dan 71,16 persen secara year-on-year.

Angka-angka ini mencerminkan potensi bagi sektor minuman nonalkohol nasional, termasuk pelaku UMKM yang bergerak di bidang serupa, untuk memperkuat posisinya di pasar internasional.

Senior Economist Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Donda Sarah, menyebut tren ekspor ini berpeluang terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh permintaan yang masih kuat dari sejumlah negara mitra.

Meski, persaingan dengan negara eksportir lain, perubahan preferensi konsumen, dan kondisi makroekonomi global tetap menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.

“Peluang untuk berinovasi dan memperluas pasar ekspor air dan minuman tanpa alkohol tetap terbuka lebar,” kata Donda dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).

Ia menambahkan bahwa LPEI siap mendukung para eksportir—termasuk UMKM di sektor air dan minuman tanpa alkohol—untuk mengembangkan kapasitas usahanya ke pasar internasional melalui pembiayaan dan pendampingan.

Baca juga: Ekspor Produk Hijau ke Jepang Digenjot, SMBC Siap Buka Akses Pasar Baru

Dukungan tersebut saat ini telah diberikan kepada berbagai perusahaan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) dan industri makanan, baik dalam mendorong ekspor produk maupun ekspansi pabrik ke luar negeri.

Meski peluang terbuka, Donda menyoroti adanya hambatan besar, khususnya terkait keterbatasan teknologi dan inovasi.

Kondisi ini membuat Indonesia berada di posisi ke-31 dunia sebagai eksportir air mineral dan ke-45 untuk air berperisa. Padahal, pasar potensial seperti Tiongkok dan Jepang masih belum tergarap secara maksimal.

Namun, Donda menekankan bahwa momentum ekspor ini perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin.

“Produk Indonesia dari sektor air, minuman nonalkohol, FMCG, dan makanan harus bisa menjadi ikon ekspor berkelas dunia,” ujarnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau