Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia

Kompas.com, 16 Maret 2026, 11:12 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Cyberport, komunitas rintisan di bawah manajemen Pemerintah Hong Kong, memperkuat kerja sama dengan berbagai institusi di Indonesia untuk mendorong memperkuat peran startups terhadap perekonomian.

Head of Industry Partnership Hong Kong Cyberport, Henry Li menyatakan kolaborasi yang dilakukan meliputi lembaga pendidikan tinggi, swasta, serta pemerintah daerah.

"Kami undang juga perusahaan-perusahaan rintisan dari Indonesia untuk datang ke Hong Kong termasuk untuk menjajaki pasar China. Kami di Cyberport siap support perusahaan-perusahaan dari Indonesia untuk masuk ke China," jelas dia pekan lalu.

Baca juga: Startup China Bikin Model AI yang Beda dari OpenAI dan Google Gemini

Salah satu kerja sama yang dilakukan oleh Cyberport adalah dengan Telkom University. Dalam kolaborasi ini, Cyberport mencoba mempertemukan ekosistem inovasi dari Indonesia dan Hong Kong melalui interaksi antara perusahaan teknologi global, akademisi, serta pusat riset unggulan yang berada di lingkungan Tel-U.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Cyberport dengan Telkom University.

Sementara itu Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika Kementerian Investasi/BKPM Cahyo Purnomo menyatakan hadirnya Cyberport ini diharapkan bisa memperkuat digital talent Indonesia.

"Ada banyak perusahaan digital di China, dan kerja sama ini diharapkan bisa mewadahi kolaborasi digital talent kita untuk bisa berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan besar yang berbasis di China," jelas dia.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan insentif khusus untuk investasi di sektor digital. Salah satunya adalah cloud computing.

"Salah satunya tax holiday yang tentu ada nilai investasi minimalnya. Ini kebijakan pemerintah untuk dorong investasi di teknologi dan diharapkan Indonesia bisa menjadi tujuan investasi terutama untuk data center," lanjut dia.

Fase Baru Hubungan Indonesia-Hong Kong

Dennis Tedja, Hong Kong Cyberport Ambassador for Indonesia sekaligus CEO Opus Solutions Limited Hong Kong, mengatakan hubungan Hong Kong dan Indonesia kini memasuki fase baru dari sekadar kemitraan perdagangan menjadi kolaborasi inovasi.

“Hong Kong dan Indonesia telah menjadi mitra dagang selama puluhan tahun. Minggu ini, kami melangkah lebih jauh dengan menjadi mitra inovasi,” ujar Dennis.

Ia menyebut pertemuan yang berlangsung selama empat hari itu melibatkan 128 peserta dari 80 organisasi serta menghasilkan enam kesepakatan kerja sama.

“Sebanyak 128 orang dari 80 organisasi, dengan enam kesepakatan yang ditandatangani dalam empat hari. Inilah yang saya sebut diplomasi teknologi yang benar-benar berjalan,” katanya.

Baca juga: Startup Ekonomi Sirkular Ciptakan Peluang di Pasar yang Sulit Ditembus

Dennis menegaskan bahwa kolaborasi tersebut tidak semata-mata bertujuan untuk membawa teknologi dari Hong Kong ke Indonesia, melainkan membangun ekosistem teknologi secara bersama.

“Kami tidak datang ke Indonesia untuk menjual teknologi. Kami datang untuk membangunnya bersama,” ujarnya.

Menurut dia, masa depan ekonomi digital Asia akan terbentuk melalui kolaborasi antar kota, bukan hanya oleh satu pusat teknologi.

“Masa depan ekonomi digital Asia tidak akan dibangun oleh satu kota saja, tetapi oleh kerja sama antar kota. Hong Kong dan Jakarta baru saja mengambil langkah nyata pertama ke arah itu,” tutur Dennis.

Ia juga mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan hasil dari upaya yang telah ia bangun selama beberapa tahun terakhir untuk menjembatani ekosistem teknologi Hong Kong dan Indonesia.

“Saya telah menghabiskan bertahun-tahun membangun jembatan ini. Minggu lalu, konvoi pertama akhirnya melintasinya,” kata Dennis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau