Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM

Kompas.com, 13 November 2025, 13:09 WIB
Nugraha Perdana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat kinerja penyaluran kredit atau pembiayaan di tujuh wilayah kerjanya tumbuh positif sebesar 8,41 persen secara year-on-year (YoY) per September 2025. Pertumbuhan ini melampaui angka kredit nasional yang tercatat sebesar 7,7 persen

Sebagai informasi, tujuh wilayah kerja OJK Malang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan bahwa data ini menunjukkan kondisi dan pergerakan ekonomi di wilayah OJK Malang masih relatif bagus.

Baca juga: 22 Fintech P2P Lending Catat Kredit Macet di Atas 5 Persen per September 2025

"Pertumbuhan kinerja khususnya terkait dengan kredit atau pembiayaan di wilayah OJK Malang itu tumbuh 8,41 persen. Itu masih di atas pertumbuhan kredit nasional yang sebesar 7,7 persen," ujar Farid saat ditemui pada Rabu (12/11/2025).

Secara nominal, total penyaluran kredit meningkat dari Rp 101,14 triliun pada September 2024 menjadi Rp 109,64 triliun pada September 2025. 

"Jadi berarti naik sekitar Rp 8,5 triliun ya," rinci Farid.

Farid memaparkan, dari total Rp 109,64 triliun kredit yang tersalurkan, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan kontribusi signifikan.

"UMKM 33,6 persen atau sekitar Rp 36,88 triliun, sisanya itu non UMKM. Jadi ini udah termasuk tinggi ya di atas 30 persen," ungkapnya.

Dari tujuh kota/ kabupaten di wilayah kerja OJK Malang, penyaluran kredit untuk UMKM didominasi oleh penyaluran di kawasan Malang Raya.

"Yang paling tinggi penyalurannya untuk UMKM itu Kota Batu sampai 51,87 persen. Kemudian posisi kedua tertinggi itu Kabupaten Malang angkanya 39,52 persen dan Kota Malang 37,38 persen," papar Farid.

Tingginya angka di Malang Raya ini, lanjutnya, tidak lepas dari karakteristik daerah sebagai pusat pendidikan dan pariwisata. Hal ini menumbuhkan banyak UMKM di sektor kuliner, akomodasi, transportasi, kerajinan tangan dan lainnya.

"Dengan begitu para pelaku UMKM mengambil kredit berarti ada keberanian sehingga inklusi keuangan di masyarakat juga semakin terus meningkat," ujarnya.

Baca juga: Sasar UMKM, BTN (BBTN) Salurkan Kredit Program Perumahan di Yogyakarta

Di tengah pertumbuhan kredit, OJK juga mengimbau agar para pelaku usaha diimbangi dengan literasi keuangan yang baik. Farid secara khusus meminta nasabah tidak usah khawatir ketika usahanya lesu atau mengalami kesulitan membayar pinjaman untuk bisa segera mengajukan restrukturisasi utang.

"Kami himbau, kalau misalnya usahanya turun atau kemampuan bayarnya turun, datanglah ke lembaga keuangan bersangkutan untuk diajukan restrukturisasi," tegasnya.

Farid menekankan agar nasabah datang langsung dan tidak menggunakan perantara, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), atau sekadar mengirim surat. Menurutnya, laporan melalui surat tidak akan banyak memberi manfaat.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau