Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 8 Februari 2023, 07:00 WIB
Bayu Apriliano,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com - Desa Megulungkidul di Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo Jawa Tengah berhasil mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Bumdes yang bergerak di bidang kuliner ini mampu menghasilkan omzet hingga Rp 50 - 60 juta per bulannya.

Kepala Desa (Kades) Megulungkidul, Malik Khairul Anam mengatakan, pihak desa telah menyiapkan tempat seluas 3.500 meter persegi untuk dikelola Bumdes Megulungkidul. Tempat tersebut berada tepat di pinggir jalan Raya Kemiri-Pituruh.

Tempat itu diberi nama Dusun Sabin @dusunsabin yang berarti dusun yang terletak di tengah persawahan. Oleh pihak bumdes, tempat tersebut kemudian dijadikan kafe yang dilengkapi gazebo dan taman anggur.

Pemandangan khas pedesaan dengan hambatan sawah serta pegunungan, menjadikan tempat ini banyak dikunjungi dan dijadikan tempat swafoto. Para pengunjung juga dusuguhkan buah anggur segar yang senantiasa bisa dipetik saat musim panen tiba.

"Kami ingin membuat daya tarik wisata yang kami sesuaikan dengan tren masa kini. Apalagi saat ini tren anak muda suka berswafoto dan menikmati susana yang jauh dari bisingnya kota," kata Malik saat ditemui di kafe Anggur pada Selasa (7/2/2023).

Setidaknya ada 10 varietas anggur yang dibudidayakan oleh masyarakat Desa Megulungkidul khususnya yang ditanam di sekitaran lokasi kafe.

Warga berkunjung ke Dusun Sabin @dusunsabin di Desa Megulungkidul, Pituruh, Purworejo, Jawa Tengah. Oleh pihak bumdes, tempat tersebut kemudian dijadikan kafe yang dilengkapi gazebo dan taman anggur.Dok. KOMPAS.com/BAYU APRILIANO Warga berkunjung ke Dusun Sabin @dusunsabin di Desa Megulungkidul, Pituruh, Purworejo, Jawa Tengah. Oleh pihak bumdes, tempat tersebut kemudian dijadikan kafe yang dilengkapi gazebo dan taman anggur.

Beberapa jenis anggur diantaranya anggur Ninel, Angelica, Trans, Baikonnur, Dubovsky Pink, Haroll, GosV, Akademik, dan Nizina. Anggur-anggur tersebut adalah varietas dari luar negeri yang dibudidaya di Desa Megulungkidul untuk menambah daya tarik wisata kafe anggur yang dikelola Bumdes ini.

"Kami juga membudidayakan tanaman anggur, pelatihan kepada masyarakat, pertanian dan perikanan. Seperti dibawah kita ini ada pmbudidayaan ikan dibawah gazebo kafe," kata mantan aktivis ini.

Selain sebagai daya tarik wisata, kafe anggur ini pun saat ini telah menjadi salah satu tempat usaha yang menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga Desa setempat. Ada 10 orang muda-mudi Desa Megulungkidul yang diberdayakan untuk ikut mengelola kafe ini.

"Tidak ada persyaratan khusus untuk bekerja disini. Karena kita juga fokus melakukan pemberdayaan dan penyerapan tenaga kerja yang mayoritas dari desa Megulungkidul sendiri," kata Malik.

Berkat keunggulan kafe yang dikelola Bumdes di atas tanah kas desa ini, Desa Megulungkidul berhasil menyabet juara tiga tingkat nasional dalam program Desa Brilian yang bertajuk Nugraha Karya Desa Brilian tahun 2022 yang lalu.Dok. Bumdes Desa Megulungkidul Berkat keunggulan kafe yang dikelola Bumdes di atas tanah kas desa ini, Desa Megulungkidul berhasil menyabet juara tiga tingkat nasional dalam program Desa Brilian yang bertajuk Nugraha Karya Desa Brilian tahun 2022 yang lalu.

Berkat keunggulan kafe yang dikelola Bumdes diatas tanah kas desa ini, Desa Megulungkidul berhasil menyabet juara tiga tingkat nasional dalam program Desa Brilian yang bertajuk Nugraha Karya Desa Brilian tahun 2022 yang lalu.

Diketahui Desa Brilian adalah program pengembangan desa melalui implementasi praktek kepemimpinan dan kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDG's).

Malik menyebut, Desa Megulungkidul telah ditetapkan sebagai Rintisan Desa Wisata oleh Bupati Purworejo pada November 2022 lalu. Dengan kafe anggur semakin hari semakin ramai, ia optimis menjadikan Desa Megulungkidul sebagai lokasi agrowisata dengan keunggulan perkebunan anggurnya.

"Setelah mendapat SK rintisan Desa wisata kami berharap dapat menjadi desa wisata dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sehingga nantinya tercipta keramaian dan ekonomi akan meningkat," kata Malik.

Sementara itu Direktur Bumdes Desa Megulungkidul, Hamzah mengatakan, saat ini omzet Bumdes Megulungkidul mencapai Rp 50-65 juta per bulan. Hal itu dihasilkan dari pengelolaan kafe dan kebun anggur serta pertanian di sekitar kafe.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau