Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Percepat Pemulihan Ekonomi, Teten Masduki Apresiasi Acara Saprahan Khatulistiwa 2022

Kompas.com, 5 Juli 2022, 10:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Bank Indonesia (BI) yang telah menginisiasi acara Saprahan Khatulistiwa 2022.

Acara Saprahan Khatulistiwa 2022 diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi Kalbar khususnya bagi UMKM, pariwisata, dan industri keuangan.

"Rangkaian kegiatan Saprahan Khatulistiwa diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan dan pemasaran UMKM dan juga dapat menghasilkan inovasi terbaik bagi upaya pemulihan ekonomi Kalimantan Barat," kata Teten dalam acara Saprahan Khatulistiwa 2022 secara virtual, Senin (4/7/2022) seperti termuat dalam siaran pers.

Lebih lanjut, Teten menegaskan, adopsi teknologi dan inovasi digital terbukti mampu memperkuat UMKM bertahan dan produktif selama pandemi Covid-19.

Teknologi digital ini mempermudah akses pembiayaan UMKM, melalui kredit scoring dan manajemen risikonya, penyaluran pinjaman melalui teknologi keuangan (fintech) yang saat ini telah mencapai Rp362 triliun kepada lebih dari 13,5 juta penerima.

"Saat ini, sudah ada 19 juta UMKM masuk ke ekosistem digital di mana target di tahun 2024 adalah 30 juta UMKM. Serta target 1 juta UMKM on-boarding dalam e-katalog di tahun 2022 dalam rangka kebijakan afirmasi alokasi 40 persen belanja barang Pemerintah untuk produk UMKM," kata Teten.

Selain itu, kata Teten, ekonomi digital Indonesia pada tahun 2020-2030 juga diperkirakan akan mencapai Rp5.400 triliun dan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Teten meminta kemitraan dan sinergi lintas pemangku kepentingan harus diperkuat mulai dari hulu yaitu penyiapan kapasitas UMKM dan kualitas produk melalui pendampingan dan perizinan, hingga hilir yaitu perluasan pasar UMKM.

Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menambahkan dalam rangka memaksimalkan dorongan sektor pariwisata dan UMKM untuk perekonomian, ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian.

Pertama perlunya afirmasi keberpihakan pada produk dalam negeri termasuk UMKM serta wisata dalam negeri yang perlu dimaksimalkan.

"Penyediaan dan penggunaan e-katalog UMKM dalam mendukung proses pengadaan harus kita tingkatkan. Tentu saja kualitas dan kuantitas yang diperlukan harus menjadi perhatian kita bersama, secara sinergi harus kita lakukan," ucap Juda.

Kedua, kata Juda, sinergi dan kolaborasi harus dilakukan. Dalam hal ini, seluruh pemangku kepentingan dikatakan harus bahu-membahu mendorong pelaku kreatif dan UMKM unggulan di masing-masing daerah untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan karya kreatif yang dapat menarik pasar baik dalam negeri maupun luar negeri.

"Kami di BI bersama 46 kantor perwakilan dalam negeri di seluruh Indonesia berkomitmen mendukung pemerintah menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata Indonesia," kata Juda.

Ketiga, menurut Juda, digitalisasi yang sudah berkembang begitu pesat harus diikuti oleh pelaku ekonomi kreatif dan UMKM, baik dalam konteks pemasaran produk melalui e-commerce di domestik maupun go ekspor.

"Pembayaran juga sekarang kita terus dorong QRIS di seluruh Indonesia dan saat ini sudah di atas 20 juta merchant yang gunakan ini," ucap Juda.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengatakan, dengan program Saprahan Khatulistiwa ini telah menjadi ajang promosi produk UMKM dan industri kreatif di Kalimantan Barat.

"Saya yakin, kegiatan Saprahan ini akan menjadi salah satu ikon promosi wisata dan produk UMKM di Kalimantan Barat. Kita melihat produk yang ditampilkan betul-betul hasil kerja UMKM Kalimantan Barat yang dapat kita tampilkan di event nasional dan internasional," kata Sutarmidji.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau