Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KemenKopUKM Luncurkan Chatbot dan Katalog UMKM Whatsapp

Kompas.com, 9 September 2022, 10:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

BALI, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Whatsapp Indonesia meluncurkan Chatbot Tumbuh Jagowan dan Katalog UKMJagowan.id dalam acara Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit yang diselenggarakan di di Gedung Art Bali, Bali Collection, The Nusa Dua, Kamis (8/9/2022).

Chatbot Tumbuh Jagowan dan Katalog UKMJagowan.id dinilai bisa memperkuat ekosistem bisnis bidang kriya dan wastra dari hulu ke hilir.

Chatbot Tumbuh Jagowan dan Katalog UKMJagowan.id merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koperasi dan UKM, WhatsApp Indonesia melalui UKMINDONESIA.ID, dan didukung oleh Dekranas.

Teknologi Chatbot Tumbuh Jagowan dan Katalog UKMJagowan.id diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha terutama pengrajin dalam mengakses materi edukasi dari mana dan kapan saja, serta potensi multiplier effect dari program ini.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenKopUKM), Teten Masduki yakin Chatbot Tumbuh Jagowan dan Katalog UKMJagowan.id. bisa mendorong terbentuknya ekosistem digital bagi kalangan UMKM pengrajin.

“Produk kriya dan produk wastra ini semacam artwork (karya seni) yang proses jual belinya membutuhkan komunikasi antara pembeli dan penjualnya,” kata Teten Masduki seperti dikutip dari Antara.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Direktur Global untuk Dampak Sosial WhatsApp, Clair Deevy, menambahkan, WhatsApp berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam memberdayakan UKM untuk go digital dan scale up (mengembangkan usaha).

“Kami percaya UKM di Indonesia memiliki kapasitas digital dan siap mengambil bagian dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia. UKM yang dapat berinteraksi dan memasarkan produk secara online diharapkan dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya di pasar yang semakin kompetitif,” kata Deevy seperti dikutip dari siaran pers.

Produk UMKM wastra.Dok. KemenKopUKM Produk UMKM wastra.

Deevy menyampaikan, dengan diluncurkannya chatbot WhatsApp Tumbuh JagoWAn, UMKM dari Sabang sampai Merauke diharapkan dapat belajar berbagai bahan untuk go digital dan scale up, hingga mendapatkan sertifikasi kapan saja sesuai ketersediaan waktu dan gratis.

Selanjutnya, UMKM yang sudah terlatih dan berkembang dapat mengajukan diri untuk ditampilkan di website terkurasi UKMJagoWAn.id yang bertujuan menyediakan wadah keberlanjutan dari pelatihan, memperluas akses pasar UMKM, dan membantu promosi UMKM lokal Indonesia," tutur Deevy.

Ketua Umum Dekranas Wury Ma’ruf Amin menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas kontirbusi berbagai pihak dalam mengembangkan industri kerajinan nasional.

Wury menegaskan, Dekranas merupakan lembaga independen bersifat nirlaba yang menghimpun semua pemangku kepentingan yang bersinergi untuk mengembangkan produk kerajinan yang sebagian besar di-drive oleh UMKM.

“Sehingga mereka bisa menggali potensi produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, serta mendapat kesempatan untuk berusaha dan menjadi pendapatan masyarakat. Dekranas bersama KemenKopUKM mengembangkan identitas bangsa melalui wastra dan kriya,” ujar Wury.

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) meluncurkan Chatbot Tumbuh Jagowan dan Katalog UKMJagowan.id dalam acara Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit yang diselenggarakan di di Gedung Art Bali, Bali Collection, The Nusa Dua, Kamis (8/9/2022).Dok. KemenKopUKM Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) meluncurkan Chatbot Tumbuh Jagowan dan Katalog UKMJagowan.id dalam acara Cerita Kriya bertajuk Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit yang diselenggarakan di di Gedung Art Bali, Bali Collection, The Nusa Dua, Kamis (8/9/2022).

Wury berharap, sinergitas antar pemangku kepentingan ini menciptakan wirausaha baru dengan melakukan promosi perluasan pasar produk kerjainan baik online maupun offline.

Kerajinan sebut Wury, merupakan subsektor industri yang berciri khas indonesia yang memiliki kerarifan lokal pariwisata berbahan baku lokal.

Wury juga mendukung hadirnya chatbot WhatsApp, website serta katalog UMKM yang dapat diakses di UKMJagoWAn.id bagi para UMKM.

Ia berharap, kemudahan teknologi menjadi langkah nyata transformasi perajin kriya dan wastra masuk ke platform digital.

“Saya optimistis, produk kerajinan nasional kita makin menguasai pasar di dalam maupun luar negeri,” pungkas Wury.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau