Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Bisnis Kuliner yang Bisa Ditawarkan untuk Pekerja Kantoran

Kompas.com, 16 Oktober 2022, 08:00 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Bisnis kuliner merupakan salah satu bidang yang paling banyak diminati, bahkan bisa dibilang tidak pernah ada matinya. Bagaimana tidak, peminat kuliner akan selalu ada sepanjang tahun dan tak pernah sepi.

Meski kerap mengalami perubahan, bisnis kuliner tetap memiliki potensi keuntungan yang cukup besar dan bahkan terbilang stabil.

Jika Anda ingin terjun ke dunia bisnis kuliner, penting untuk merencanakan segala sesuatunya dengan baik terlebih dahulu. Persaingan dalam bisnis kuliner terbilang cukup ketat, sehingga penting untuk memilih jenis bisnis yang tepat sejak awal.

Target pasar pun menjadi perhitungan yang harus dipikirkan untuk melakukan bisnis kuliner. Salah satunya bisnis kuliner untuk pekerja kantoran, yang dapat mempermudah mereka untuk bisa mendapat makanan, sehat, dekat dan harga terjangkau.

Berikut ini adalah beberapa pilihan bisnis kuliner untuk pekerja kantoran yang bisa dicoba, seperti dilansir dari Cermati.com:

1. Katering

Tinggal di kawasan perkantoran merupakan salah satu peluang baik untuk mengembangkan bisnis kuliner. Anda bisa menyediakan katering untuk pegawai kantoran yang ada di sana.

Sebagian besar pegawai kantoran lebih memilih untuk menggunakan layanan katering untuk makan siang mereka.

Selain praktis dan menghemat banyak waktu istirahat, katering seperti ini juga dianggap bisa menghemat pengeluaran untuk makan siang. Sajikan menu-menu makanan yang variatif dan lezat, agar bisnis katering ini bisa berjalan dengan lancar.

2. Aneka makanan kekinian

Beragam makanan kekinian juga sangat diminati oleh kalangan masyarakat, terutama anak muda. Ini bisa menjadi pilihan bisnis kuliner yang tepat, apalagi jika Anda termasuk orang yang senang bereksperimen dengan berbagai menu baru.

Kreasikan makanan kekinian yang lezat dan disukai oleh banyak orang, sehingga bisa mendatangkan lebih banyak pelanggan. Selain itu, pilihlah lokasi bisnis yang tepat dan selalu ramai, agar bisnis makanan kekinian ini bisa berkembang dengan pesat ke depannya.

Baca Juga: Hal Penting dalam Menjalankan Bisnis Kuliner Warung Tenda

3. Lunch box bento

Jika Anda termasuk orang yang kreatif dan senang membuat beragam bentuk menu makanan yang unik dan lucu, maka bisnis yang satu ini bisa jadi pilihan yang tepat. Lunch box bento menjadi salah satu menu favorit dan sangat banyak diminati selama beberapa waktu belakangan.

Bekal makan siang asal Negeri Sakura ini bukan hanya sekedar unik dan menarik saja, namun juga lezat. Hadirkan menu sehat dengan bentuk yang unik, sehingga bisnis makanan ini bisa mendatangkan banyak pelanggan. Bukan hanya anak kecil saja, anak muda juga banyak yang menyukainya.

4. Masakan rumahan

Aneka masakan rumahan selalu banyak dicari, terutama oleh para perantau yang sering kangen akan masakan rumahan. Ini bisa menjadi bisnis kuliner yang tepat bagi Anda yang memiliki kemampuan memasak cukup baik.

Selain pangsa pasarnya yang luas, bisnis yang satu ini juga bisa dimulai dengan modal yang terbatas sekalipun. Anda bisa menggunakan berbagai peralatan yang ada di dapur saja untuk menyiapkannya. Berbagai bahan baku yang dibutuhkan juga terbilang murah dan mudah untuk didapatkan.

5. Makanan organik

Kesadaran akan gaya hidup sehat sudah lebih tumbuh di tengah-tengah masyarakat dan ini juga bisa menjadi peluang bisnis tahun ini. Berbagai makanan organik ini jauh lebih diminati, baik itu dalam bentuk kering maupun sayuran dan buah segar.

Anda bisa menjadikan ini sebagai pilihan bisnis yang menjanjikan, sebab peminatnya memang sudah jauh lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Kehadiran aplikasi pengantaran online juga akan memudahkan bisnis ini berkembang dengan pesat.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
Program
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Jagoan Lokal
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
Program
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau