Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Langkah Persiapkan Bisnis Sablon Kaos

Kompas.com, 2 Desember 2022, 15:41 WIB
Gabriela Angelica,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis pakaian dan fashion memang sedang menjadi tren saat ini, mulai dari yang sederhana hingga kompleks. Salah satu contoh usaha fashion yang lebih sederhana adalah bisnis sablon kaos.

Mungkin, usaha ini tidak serumit dan semewah jenis usaha fashion lain. Anda juga tidak perlu memiliki latar ilmu fashion atau background designer dalam merintisnya. Namun, usaha kaos sablon ini cukup memberi prospek bisnis yang menjanjikan.

Keunikan fashion kaos sablon ini terletak pada gambar sablon di sisi depan atau belakang yang dapat dirancang sendiri oleh konsumen. Oleh karena itu, target pasarnya cukup luas, seperti dari sekolah, kantor, partai, komunitas, dan lainnya.

Baca juga: 4 Hal Utama yang Perlu Diperhatikan saat Membuat Logo Brand

Bagaimana cara memulai dan mengembangkan bisnis kaos sablon? Berikut beberapa tipsnya.

1. Tentukan Lokasi Usaha dan Rumah Produksi

Pilih lokasi yang tidak hanya nyaman, tapi juga strategis. Hal ini penting karena akan berpengaruh terhadap jalannya operasional dan pendapatan usaha. Misalnya, saat merintis usaha kaos sablon ini, tentukan lokasi yang mudah dijangkau target pasar, misalnya sekitar perkantoran atau universitas.

Usahakan juga untuk mencari tempat dengan luas yang tidak sempit. Pintar-pintarlah menyesuaikan modal dengan tempat yang dipilih. Tujuannya agar tempat tersebut dapat digunakan untuk rangkap fungsi, yaitu sebagai toko fisik dan rumah produksi.

2. Gali Kemampuan dan Pengetahuan akan Bisnis Sablon Kaos

Carilah ilmu dasar dan pengetahuan seputar pasar dari bisnis sablon. Mulai dari seperti apa pelayanan yang tepat dan efektif, sistem produksi, hingga apa tren yang sedang berkembang di bidang sablon pakaian. Tujuannya agar Anda benar-benar mengetahui cara memproduksi dan melayani calon konsumen sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka.

3. Mempersiapkan Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Kenali dan persiapkan terlebih dahulu alat serta bahan untuk membuat kaos sablon, seperti:

  • Kain Screen. Hal utama yang harus dipersiapkan adalah kain screen. Kain inilah yang akan digunakan untuk menyaring tinta, lem, dan serbuk agar tercetak di kaos yang akan disablon.
  • Frame. Pada proses produksi sablon tradisional, frame terbuat dari bahan kayu atau aluminium. Syarat utamanya adalah bahan apa pun harus kuat dan tidak mudah melengkung.
  • Lem Frame. Bahan ini digunakan untuk merekatkan frame dengan kain screen. Lem frame harus memiliki daya rekat yang kuat dan tahan cairan apa pun.

Selain alat sablon tradisional di atas, jika Anda sudah memiliki modal lebih untuk memproduksi sablon digital juga dapat mempelajari alat dan bahan produksi sablon yang lebih modern, seperti printer, mesin potong, dan lainnya.

Untuk media dari sablon itu sendiri, dalam hal ini kaos, Anda bisa sesuaikan jumlahnya dengan budget yang ada. Perhitungkan modal atau gunakan uang tanda jadi dari klien untuk menyediakan kaos yang akan disablon di awal merintis usaha.

Baca juga: 4 Tips Ampuh untuk Memulai dan Mengembangkan Bisnis Kue Basah

4. Lakukan Promosi yang Kreatif

Usaha kaos sablon pun juga perlu strategi promosi yang kreatif. Lakukan promosi yang menarik dan gunakan banyak platform untuk memasarkan produk sablon Anda. Saat ini, media sosial menjadi salah satu medium yang tepat untuk membangun strategi marketing.

Anda bisa membuat konten tentang bagaimana proses produksi atau memperlihatkan design sablon terpilih yang sedang diproduksi. Gunakan cara dan bahasa yang menarik dan dekat dengan target pasar Anda sehingga lebih mudah menarik minat mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
Program
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Jagoan Lokal
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
Program
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau