Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Ide Bisnis Olahan Tempe Anti Mainstream

Kompas.com, 11 Juli 2024, 09:09 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Bagi sebagian besar masyarakat, tempe sudah jadi produk kuliner yang tak terpisahkan.

Ditambah lagi tempe punya tekstur padat tapi lembut dengan rasa yang khas dan bisa diolah menjadi berbagai jenis olahan makanan. Hal inilah yang membuat tempe sangat populer dan banyak disukai berbagai kalangan.

Karena itu tak mengherankan jika saat ini ada banyak sekali jenis olahan dari tempe yang beredar di pasaran. Tentunya, antusias masyarakat terhadap tempe dan ragam produk turunannya ini bisa jadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan.

Tertarik ingin mencoba bisnis dengan produk dari olahan tempe, tapi bingung mau dibuat apa? Jangan khawatir, berikut ini ada ide olahan tempe yang cocok untuk dikomersialkan yang bisa Anda coba dari Cermati.com:

1. Nugget Tempe

Berikutnya ide olahan tempe yang juga bisa jadi produk kuliner unggulan sekaligus menghasilkan cuan adalah nugget tempe. Ini merupakan olahan yang menarik dan kreatif dari tempe yang membuatnya makin banyak digemari.

Ditambah lagi, olahan ini juga lebih sehat karena diolah dengan tambahan sayur dan bahan lainnya. Cara membuat nugget tempe terbilang cukup mudah. Tempe yang sudah dikukus dan dihaluskan dicampur bersama telur, sayuran dan bumbu pelengkap.

Lalu dikukus hingga matang, setelah itu dipotong-potong dibalut tepung panir dan digoreng. Teksturnya yang renyah dan lembut di bagian dalam membuat olahan tempe ini cocok jadi cemilan sehat untuk keluarga.

2. Steak Tempe

Selanjutnya olahan tempe yang tak kalah menarik jadi ide jualan adalah steak tempe. Olahan ini mengadopsi cita rasa steak tapi dengan kearifan lokal. Tempe yang dibuat steak biasanya akan dikukus sampai matang lalu dihaluskan.

Setelah itu dicampur dengan bumbu-bumbu, telur, daging ayam cincang lalu dipadatkan dan dikukus lagi. Saat disajikan, steak tempe akan dipanggang lebih dulu lalu disiram dengan bumbu yang kaya rasa.

3. Coklat Tempe

Apa jadinya jika coklat dan tempe bersatu? Tentu akan jadi cemilan unik yang bikin nagih, sekaligus jadi ide jualan yang cukup menarik. Coklat tempe merupakan inovasi terbaru dalam olahan tempe karena menggabungkan dua bahan yang punya keunikan tersendiri.

Proses pembuatannya memang sedikit lebih rumit, tetapi produk yang dihasilkan memang akan menciptakan citarasa yang unik. Hal ini tentunya, akan memberikan pengalaman menarik mencicipi coklat dan juga tempe dalam sekali gigitan.

Baca juga: Peluang dan Tips Bisnis Bahan Kue Jarang Pesaing Cuan Besar

4. Burger Tempe

Olahan tempe berikutnya yang cocok jadi ide jualan selama bulan puasa ada burger tempe. Jika biasanya isian burger menggunakan bahan daging sapi, isiannya ini kemudian diganti dengan bahan dari tempe.

Tempe yang digunakan untuk isian burger nantinya diolah lebih dulu dengan bumbu dan bahan tambahan lainnya, supaya rasa dan teksturnya mirip dengan patty beef. Burger tempe ini biasanya jadi makanan pilihan untuk para vegetarian yang jauh lebih sehat, tapi tekstur dan rasa yang tak jauh berbeda.

5. Oatmeal Tempe

Oatmeal tempe bisa jadi ide olahan menarik untuk dijajakan. Produk olahan ini bakal jadi menu favorit bagi mereka yang suka dengan makanan sehat. Dengan tambahan tempe, tentunya bakal ada citarasa baru yang memberikan taste tersendiri pada oatmeal.

6. Bakso Tempe

Ide jualan berikutnya dari bahan tempat adalah bakso tempe yang juga bisa jadi alternatif kuliner sehat. Hal ini karena dalam proses pengolahan bakso menggunakan tempe sebagai bahan dasarnya.

Tak jauh berbeda dengan olahan bakso lainnya, bakso tempe juga menawarkan rasa yang tak kalah lezat. Hal ini tentu bisa jadi pilihan kuliner yang menarik bagi para vegetarian atau yang sedang mengurangi konsumsi daging.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Jagoan Lokal
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
Program
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau