Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Usaha Digital, Kemenko PM Gandeng Google-Meta Luncurkan Program Pemberdayaan

Kompas.com, 13 Juni 2025, 15:22 WIB
Eriana Widya Astuti,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com— Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menggandeng Google dan Meta meluncurkan program Bootcamp Perintis Berdaya untuk memperkuat daya saing pelaku usaha digital, khususnya UMKM dan koperasi.

Dalam bootcamp tersebut, para ahli dari berbagai institusi akan menyampaikan materi seputar perluasan pasar dan ekspor digital, strategi pemasaran dan branding, hingga pengelolaan keuangan serta akses pembiayaan.

Bootcamp ini menjadi bagian dari komitmen Kemenko PM dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas dan perluasan akses terhadap sumber daya pendukung dari sektor publik maupun swasta.

Baca juga: UMKM Bakal Kelola Tambang, Menteri Maman: PP-nya Segera Rampung

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, mengatakan bahwa kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat merupakan dasar bagi penguatan ekosistem pelaku usaha, khususnya di bidang digital.

Menurutnya, melalui Bootcamp Perintis Berdaya, pelaku usaha dapat memperoleh akses terhadap pengetahuan dan keterampilan yang relevan, mulai dari literasi digital, strategi pemasaran daring, hingga penguatan merek.

“Hal ini akan membantu mereka menjadi adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global," ujar Leontinus Alpha Edison dalam keterangan tertulis, Kamis (12/6/2025).

Ia menambahkan, inisiatif ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang mendorong penguatan ekonomi masyarakat secara langsung, termasuk dengan mengurangi beban hidup dan memperluas akses pendapatan.

Leontinus menjelaskan bahwa Program Perintis Berdaya 2025 merupakan bagian dari upaya Kemenko PM dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan pelaku usaha UMKM, koperasi, serta usaha kecil lainnya.

“Harapannya, upaya ini mampu memberikan solusi yang tepat bagi pelaku usaha agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga: Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Peran Google dan Meta dalam Bootcamp Perintis Berdaya

Saat ini, bukan hanya penggunaan teknologi AI yang meningkat, tetapi juga minat pelaku usaha untuk menembus pasar global.

Oleh karena itu, dalam program Bootcamp Perintis Berdaya, Google hadir dengan pelatihan seputar pemanfaatan Gemini—teknologi AI dari Google yang dirancang untuk menjadi alat praktis dan mudah diakses guna membantu pelaku usaha berekspansi ke pasar global.

Pelatihan tersebut mencakup cara menyusun email profesional, membuat materi pemasaran kreatif, serta menganalisis data bisnis untuk menemukan peluang baru.

Peserta juga mendapatkan simulasi langsung mengenai teknik prompting, penulisan perintah efektif untuk AI, pemanfaatan AI dalam merancang katalog promosi, hingga analisis kompetisi industri lintas negara.

Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia, Putri Alam, mengatakan bahwa kekuatan AI terwujud ketika berada di tangan banyak orang. Oleh karena itu, pihaknya berfokus pada pemberdayaan melalui Gemini.

“Dengan peluncuran Gemini Academy untuk pelaku usaha, tujuan kami adalah membimbing bisnis-bisnis ini melalui perkembangan teknologi baru dan memastikan mereka siap menghadapi masa depan yang didukung AI,” ujar Putri.

Baca juga: Pupuk Indonesia Gelar Program Tebus Bersama dan Digitalisasi Distribusi Pupuk Subsidi

Ia menambahkan, Google berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kemampuan pelaku usaha untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun global.

Sementara itu, Meta mengambil peran dalam pelatihan penguatan strategi branding dan pemasaran digital.

Menurut Meta, media sosial merupakan sarana utama bagi pelaku usaha yang ingin tumbuh cepat dan terhubung langsung dengan konsumennya.

Melalui sesi yang dibawakan oleh tim Meta Indonesia, peserta dilatih mengembangkan identitas merek serta menerapkan strategi pemasaran digital yang berdampak dan berkelanjutan.

Pelatihan ini juga mendorong peserta untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat membangun kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan interaksi autentik antara pelaku usaha dan pelanggan.

Selain itu, peserta diminta memahami cara membuat konten visual yang menarik, merancang kampanye promosi digital yang tepat sasaran, serta mengukur efektivitas strategi melalui berbagai platform sosial.

Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia, Berni Moestafa, menekankan pentingnya memiliki merek yang otentik agar dapat membangun koneksi emosional dengan pelanggan serta meningkatkan loyalitas.

“Di era digital, keterampilan kreatif sangat penting untuk kegiatan pemasaran, membangun kepercayaan, dan mendorong pertumbuhan usaha,” ujarnya.

Terakhir, Kemenko PM sebagai inisiator program berharap pelaku usaha dapat memperoleh peluang baru yang berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup masyarakat, dan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif.

“Program Perintis Berdaya 2025 dapat membantu pelaku usaha yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2025, program ini didukung oleh berbagai perusahaan terkemuka yang akan berperan sebagai mentor, antara lain Artisan Professionnel, Olsera, Evlogia Advisory, Brodo, Havilla Tea, Cakap, Doughlab, dan Shopee International Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
IPB Perkuat Inkubasi Startup untuk Dorong Hilirisasi Riset dan Inovasi
Program
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Jagoan Lokal
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
Program
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau