JAKARTA, KOMPAS.com— Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menggandeng Google dan Meta meluncurkan program Bootcamp Perintis Berdaya untuk memperkuat daya saing pelaku usaha digital, khususnya UMKM dan koperasi.
Dalam bootcamp tersebut, para ahli dari berbagai institusi akan menyampaikan materi seputar perluasan pasar dan ekspor digital, strategi pemasaran dan branding, hingga pengelolaan keuangan serta akses pembiayaan.
Bootcamp ini menjadi bagian dari komitmen Kemenko PM dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas dan perluasan akses terhadap sumber daya pendukung dari sektor publik maupun swasta.
Baca juga: UMKM Bakal Kelola Tambang, Menteri Maman: PP-nya Segera Rampung
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, mengatakan bahwa kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat merupakan dasar bagi penguatan ekosistem pelaku usaha, khususnya di bidang digital.
Menurutnya, melalui Bootcamp Perintis Berdaya, pelaku usaha dapat memperoleh akses terhadap pengetahuan dan keterampilan yang relevan, mulai dari literasi digital, strategi pemasaran daring, hingga penguatan merek.
“Hal ini akan membantu mereka menjadi adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global," ujar Leontinus Alpha Edison dalam keterangan tertulis, Kamis (12/6/2025).
Ia menambahkan, inisiatif ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang mendorong penguatan ekonomi masyarakat secara langsung, termasuk dengan mengurangi beban hidup dan memperluas akses pendapatan.
Leontinus menjelaskan bahwa Program Perintis Berdaya 2025 merupakan bagian dari upaya Kemenko PM dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan pelaku usaha UMKM, koperasi, serta usaha kecil lainnya.
“Harapannya, upaya ini mampu memberikan solusi yang tepat bagi pelaku usaha agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Baca juga: Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi
Saat ini, bukan hanya penggunaan teknologi AI yang meningkat, tetapi juga minat pelaku usaha untuk menembus pasar global.
Oleh karena itu, dalam program Bootcamp Perintis Berdaya, Google hadir dengan pelatihan seputar pemanfaatan Gemini—teknologi AI dari Google yang dirancang untuk menjadi alat praktis dan mudah diakses guna membantu pelaku usaha berekspansi ke pasar global.
Pelatihan tersebut mencakup cara menyusun email profesional, membuat materi pemasaran kreatif, serta menganalisis data bisnis untuk menemukan peluang baru.
Peserta juga mendapatkan simulasi langsung mengenai teknik prompting, penulisan perintah efektif untuk AI, pemanfaatan AI dalam merancang katalog promosi, hingga analisis kompetisi industri lintas negara.
Direktur Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik Google Indonesia, Putri Alam, mengatakan bahwa kekuatan AI terwujud ketika berada di tangan banyak orang. Oleh karena itu, pihaknya berfokus pada pemberdayaan melalui Gemini.
“Dengan peluncuran Gemini Academy untuk pelaku usaha, tujuan kami adalah membimbing bisnis-bisnis ini melalui perkembangan teknologi baru dan memastikan mereka siap menghadapi masa depan yang didukung AI,” ujar Putri.
Baca juga: Pupuk Indonesia Gelar Program Tebus Bersama dan Digitalisasi Distribusi Pupuk Subsidi
Ia menambahkan, Google berharap kegiatan ini dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kemampuan pelaku usaha untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun global.
Sementara itu, Meta mengambil peran dalam pelatihan penguatan strategi branding dan pemasaran digital.
Menurut Meta, media sosial merupakan sarana utama bagi pelaku usaha yang ingin tumbuh cepat dan terhubung langsung dengan konsumennya.
Melalui sesi yang dibawakan oleh tim Meta Indonesia, peserta dilatih mengembangkan identitas merek serta menerapkan strategi pemasaran digital yang berdampak dan berkelanjutan.
Pelatihan ini juga mendorong peserta untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat membangun kepercayaan konsumen, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan interaksi autentik antara pelaku usaha dan pelanggan.
Selain itu, peserta diminta memahami cara membuat konten visual yang menarik, merancang kampanye promosi digital yang tepat sasaran, serta mengukur efektivitas strategi melalui berbagai platform sosial.
Kepala Kebijakan Publik Meta Indonesia, Berni Moestafa, menekankan pentingnya memiliki merek yang otentik agar dapat membangun koneksi emosional dengan pelanggan serta meningkatkan loyalitas.
“Di era digital, keterampilan kreatif sangat penting untuk kegiatan pemasaran, membangun kepercayaan, dan mendorong pertumbuhan usaha,” ujarnya.
Terakhir, Kemenko PM sebagai inisiator program berharap pelaku usaha dapat memperoleh peluang baru yang berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan taraf hidup masyarakat, dan pembangunan ekonomi nasional yang inklusif.
“Program Perintis Berdaya 2025 dapat membantu pelaku usaha yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pada tahun 2025, program ini didukung oleh berbagai perusahaan terkemuka yang akan berperan sebagai mentor, antara lain Artisan Professionnel, Olsera, Evlogia Advisory, Brodo, Havilla Tea, Cakap, Doughlab, dan Shopee International Indonesia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang