KOMPAS.com - Denyut nadi perekonomian di Desa Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kini kembali berdetak lebih kencang.
Setelah beberapa waktu lalu terpukul oleh hantaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kini sektor peternakan di sana berupaya bangkit dengan penambahan sapi, perbaikan pengelolaan, dan sarana pendukung melalui program Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa.
Program tersebut bertujuan mengembangkan Kampung Susu Lawu melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan dan dukungan pendanaan dari Rohani Islam Otoritas Jasa Keuangan (ROIS OJK).
Baca juga: 24 Ekor Sapi Pasundan dan PO Dibagikan ke Peternak di Tiga Kabupaten Jabar
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini menyebut, program ini merupakan kelanjutan pendampingan yang telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya.
Pada tahap awal, bantuan mencakup penambahan sapi perah, sarana dan peralatan produksi, pengembangan fasilitas kafe, serta gerobak sepeda listrik untuk mendukung pemasaran susu segar.
Di dalam program ini, kata dia, masyarakat memperoleh pendampingan dan pelatihan. Lebih dari sekadar peningkatan produksi sektor peternakan, program tersebut juga diarahkan untuk menjaga kualitas dan memperbanyak produk olahan susu.
“Permintaan pasar cukup bagus. Tantangannya meningkatkan produksi, menjaga kualitas, dan mengembangkan produk olahan,” ujar Juwaini dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
Sementara itu, Kepala OJK Solo Mohammad Mufid menggarisbawahi pentingnya penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat. Khususnya, pelaku usaha mikro dan peternak. Ia berharap, akses terhadap pembiayaan dan pengelolaan keuangan yang baik dapat mendukung perkembangan usaha masyarakat.
"Program tersebut tidak diarahkan sebagai bantuan yang bersifat konsumtif. Peternak diharapkan mampu mengembangkan usaha secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekitar,” tutur M. Mufid.
Di dalam program ini, Kampung Susu Lawu juga menerima bibit tanaman kopi varietas arabica. Penanaman kopi varietas arabica bertujuan menciptakan arabica Sarangan, di mana bibitnya juga didukung oleh Kafe OJe Sweet Yummy yang terletak di jalan Jl. Hasanudin No. 18 Selosari – Magetan, Jawa Timur.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro atau akrab disapa Kang Suyat mengapresiasi pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi di Kampung Susu Lawu Singolangu. Ia menegaskan bahwa molaborasi berbagai pihak menjadi kunci penting dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Baca juga: Lindungi Peternak Ayam, Mentan Amran Siapkan 3 Strategi Jaga Harga Telur
“Program pemberdayaan seperti ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan berdaya, Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa, Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya, dan OJK atas kolaborasi strategis ini," ucapnya.
Atas terlaksananya program Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa ini, Kang Suyat berharap penerima manfaat mengelola bantuan dengan amanah melalui pemeliharaan aset dan penyelenggaraan program dengan penuh tanggung jawab.
Ia juga berharap program tersebut dikembangkan agar memiliki nilai tambah, sehingga bisa mewujudkan kemandirian usaha dan peningkatan kesejahteraan.
Selain itu, kata dia, diperlukan pendampingan menyeluruh dan berkelanjutan untuk membuka ruang kolaborasi dengan stakeholder lain. Apalagi, Kampung Susu Lawu Singolangu mempunyai potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai sentra ekonomi berbasis peternakan dan produk olahan susu.
Salah satunya pengembangan di sektor Kafetaria Kampung Susu Lawu merupakan bagian dari pengembangan ekonomi untuk menyerap pemberdayaan masyarakat terutama dari olahan susu.
Diketahui, Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial.
Selama lebih dari tiga dekade, Dompet Dhuafa berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, CSR, serta dakwah dan budaya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT