Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ikan Gegaring, Bahan Baku Produk UMKM asal Samarkilang Aceh yang Bernilai Jual

Kompas.com, 20 Juni 2022, 10:00 WIB
Iwan Bahagia ,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

BENER MERIAH, KOMPAS.com - Ikan jurung atau Neolissochilus sumatranus, merupakan salah satu ikan yang menjadi khas di kawasan Samarkilang, Syiah Utama, Bener Meriah, Aceh.

Masyarakat setempat kerap menemukan ikan jurung di sekitar Sungai Samarkilang. Ikan jurung juga dikenal dengan sebutan dengan ikan gegaring.

Ikan gegaring di kalangan sebagai masyarakat Samarkilang menjadi salah satu penopang hidup. Sebab, harganya yang lumayan mahal, ikan ini juga ditangkap dengan cara tradisional.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Syiah Utama, Muhammad Yakub mengatakan terdapat 24 desa di kawasan Samarkilang, yang terkait langsung dengan Sungai Jambo Aye.

"Sekitar 30 persen masyarakatnya bergantung hidup sebagai nelayan ikan gegaring. Sebagian besar merupakan petani padi, kemiri, padi dan pinang, serta hasil hutan bukan kayu," ungkap Yakub.

Namun untuk menangkap ikan gegaring tidaklah muda. Menurut pria berusia 30 tahun ini, para nelayan di Samarkilang menangkap ikan pada cuaca kemarau. Saat air sungai mulai mengering, ikan gegaring akan tampak di Sungai Samarkilang dan mudah untuk ditangkap.

"Pada musim kemarau, ikan gegaring itu bertelur. Sehingga pada musim bertelur, masyarakat mudah menangkapnya dengan menjala, doran (memasang jaring) dan menembak," ucap Yakub, ditemui Kompas.com di stan pameran MTQ XXXV 2022 Aceh di Lapangan Sengeda, Bener Meriah, Minggu (19/6/2022).

Ikan gegaring asapKOMPAS.Com/ Iwan Bahagia SP Ikan gegaring asap

Harga ikan gegaring saat ini jelas Yakub, per kilogram dijual dengan harga Rp100.000 hingga Rp120.000 dalam keadaan mentah. Sementara ikan gegaring yang sudah diasap, dihargai Rp180.000 per kilogram.

Di stan pameran MTQ ini, Kecamatan Syiah Utama menawarkan ikan gegaring asap dengan sejumlah harga, yakni Rp50.000 untuk ikan gegaring asap per ekor.

Yakub menambahkan, masyarakat Samarkilang mengolah ikan gegaring dengan berbagai macam variasi. Jenis olahan ikan gegaring umumnya khas Gayo, yakni masam jing, asap, ikan santan, dan cecah atau semacam sambal gegaring.

"Alhamdulillah, ikan ini menjadi primadona masyarakat Samarkilang, dan sering diburu oleh masyarakat di Bener Meriah," ungkap Yakub.

Samarkilang sendiri berada di pedalaman Bener Meriah, Aceh. Kawasan ini dapat ditempuh dengan kendaraan selama kurang lebih 2 jam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau