Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tips Merintis Usaha Bento Box untuk Anak Sekolah

Kompas.com - 16/09/2022, 15:52 WIB
Gabriela Angelica,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis bekal makanan untuk anak sekolah saat ini bisa dicoba. Peluang tersebut muncul lantaran Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah kembali diberlakukan. 

Pemberlakuan PTM meski pandemi Covid-19 masih ada tentu menyisakan kekhawatiran di bagi sebagian orangtua murid. Pasalnya, masih ada potensi penularan Covid-19 di tengah PTM.

Faktor kebersihan dari jajanan milik pedagang kaki lima menjadi salah satu alasan yang ada di benak orangtua. Selain itu, anak terkadang bosan dan ingin jajan makanan yang ada di sekitar sekolah.

Berbisnis bekal makanan adalah jawaban dari kekhawatiran para orangtua. Salah satu bekal makanan yang bisa dicoba adalah bento box

Jikna Anda tertarik untuk memulai bisnis bento box, saat ini adalah waktu yang tepat. Memulai bisnis ini tidak juga membutuhkan modal yang besar kalau Anda pintar dalam menentukan menu bekal dan memilih bahan. 

Dilansir dari beberapa sumber, berikut ini enam tips untuk merintis bisnis bento box.

1. Menentukan Kelompok Target Pasar

Tentu saja usaha bento box sudah memiliki target pasar yang umum sejak awal. Kelompok orangtua, utamanya para ibu perlu jadi sasaran utama.

Anda perlu melakukan pemasaran untuk menggapai kelompok ibu secara umum, bisa melalui media sosial atau mencari teman dan kerabat yang dapat dijadikan konsumen awal.

2. Penentuan Sistem Bisnis Bento Box

Sistem dalam bisnis bento box bisa dilakukan dalam beberapa cara. Misalnya, Anda dapat melakukan sistem catering yang bekerjasama dengan pihak orangtua murid sekolah tertentu atau dapat mengirimkannya secara langsung ke rumah konsumen.

Semua tergantung dari cara Anda menggaet konsumen dan modal yang sudah dipersiapkan.

3. Pengemasan yang Menarik

Untuk pengemasan, tentu saja Anda dapat menyediakan wadah satu kali pakai yang lucu dan menarik minat anak, atau menerapkan sistem 'sewa'.

Sistem 'sewa' wadah ini biasanya akan lebih efektif apabila Anda memiliki sistem bisnis catering. Gunakan kotak bekal yang lucu agar anak merasa familiar, seperti dibawakan bekal dari rumah.

Mengirimkan bento box dengan kuantitas yang cukup banyak ke satu sekolah dan mengambil kembali wadah yang sudah selesai dipakai sepulangnya.

4. Penyesuaian Isi Bento Box

Sesuaikan modal Anda untuk jenis dan banyaknya kondimen di dalam bento box. Isi kotak bekal tidak harus sesuatu yang mewah, yang terpenting gizi (karbohidrat, protein, vitamin) anak bisa tercukupi dan menarik minat makan mereka.

5. Kreasi Isi Bekal yang Menarik

Setelah penentuan kondimen bento box, penyusunan setiap kondimen di dalam kotak adalah yang terpenting. Buat dan susun setiap kondimen dengan model yang lucu dan dekat dengan anak.

Anda dapat melakukan riset dan mencari inspirasi dari model bento anak dari Jepang atau mengikuti tren karakter anak yang sedang digandrungi.

6. Pemasaran Mulut ke Mulut

Selain lewat media sosial, pemasaran dari mulut ke mulut sangatlah penting. Target pasar yang berpusat pada orangtua murid membuat pemasaran jenis ini biasanya lebih efektif dilakukan.

Oleh karena itu, temukan kelompok orangtua yang bisa dijadikan konsumen awal dan ciptakan kesan pertama sebaik mungkin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau