Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Cokelat Sulamina, Rasa Autentik dari Tangan Petani Lokal Kepulauan Sula

Kompas.com - 25/09/2022, 15:00 WIB
Putri Sophia,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Produk-produk di wilayah timur Indonesia tidak ada habisnya untuk dijelajahi. Salah satunya produk lokal cokelat Sulamina dari Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara, Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Di tengah persaingan produk cokelat yang banyak dijumpai masyarakat, cokelat Sulamina yang berdiri sejak 2017 ini menawarkan cokelat dengan cita rasa autentik khas Maluku dengan varian yang beragam.

“Varian rasanya itu kami lebih banyak kami pakai dari bahan-bahan yang khas dan menonjol dari sini (Kepulauan Sula) seperti pala, kenari, dan kelapa,” tutur Linda, salah satu pihak cokelat Sulamina dalam wawancara dengan Kompas.com, (23/09/2022).

Memanfaatkan kekayaan komoditas di Kepulauan Sula, cokelat Sulamina menggunakan bahan baku kakao yang berasal dari petani lokal. Pun, dengan bahan yang jadi varian rasa cokelat dengan rempah-rempah yang khas.

Berdayakan Petani Lokal

Petani menanam bahan produk lokal cokelat Sulamina di Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara, Kepulauan Sula, Maluku Utara.Dok. Instagram Cokelat Sulamina Petani menanam bahan produk lokal cokelat Sulamina di Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara, Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Untuk mendapatkan bahan baku kakao yang berkualitas, cokelat Sulamina mendapatkannya dari petani kakao lokal Kepulauan Sula.

Sama halnya dengan bahan lain sebagai pelengkap varian rasa cokelat, semua didapatkan dari petani lokal. Kemudian bahan-bahan tersebut akan diproduksi di pabrik milik cokelat Sulamina yang berada di Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula.

Kerja sama cokelat Sulamina dengan petani lokal ini pun menjadi salah satu tujuan untuk memberdayakan dan menonjolkan komoditas unggulan Maluku Utara.

“Bahan bakunya kami ambil dari petani lokal di Maluku Utara, seperti bekerja sama dengan petani lokal supaya meningkatkan keinginan mereka punya kakao sendiri,” tutur Linda.

Dengan bahan baku yang autentik ini, cokelat Sulamina memiliki cita rasa khas yang berasal komposisi kakaonya yang dominan dibandingkan produk cokelat lain.

Siap Dipasarkan ke Seluruh Indonesia

Produk lokal cokelat Sulamina dari Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara, Kepulauan Sula, Maluku Utara.Dok. Instagram Cokelat Sulamina Produk lokal cokelat Sulamina dari Desa Wainin, Kecamatan Sanana Utara, Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Produk cokelat yang sudah diperkenalkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Menparekraf RI) Sandiaga Uno, sebagai oleh-oleh khas Kepulauan Sula ini siap dipasarkan ke seluruh Indonesia.

Melalui platform yang ada, hingga saat ini cokelat Sulamina aktif memasarkan produknya di Instagram @cokelatsulamina dan e-commerce Tokopedia.

Meski kerap kali menghadapi tantangan seperti menurunnya petani yang berkecimpung di komoditas kakao, cokelat Sulamina tetap eksis dan terus menghadirkan cita rasa khas Maluku dalam setiap cokelatnya.

Kedepannya, cokelat Sulamina akan mengerahkan penjualan ke Manado dan wilayah lain di Indonesia yang berpotensi.

“Saat ini kami akan fokus ke Manado untuk membuka penjualan di sana. Kami baru satu reseller yang jual di sana dan belum banyak yang tahu juga, jadi mau coba untuk mulai di Manado,” tutup Linda.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau