Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Dorong UKM Bermitra BUMN dan Usaha Besar

Kompas.com, 25 November 2022, 07:00 WIB
Putri Sophia,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) agar berorientasi industri dengan menjalin kemitraan dengan 17 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Usaha Besar.

Hal ini disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki dalam Forum Kemitraan UKM/IKM dengan BUMN dan Usaha Besar, di Exhibition Hall Smesco, Jakarta, Kamis (24/11/2022).

“Kemitraan ini kita ingin UMKM diintegrasikan, dapat rantai pasok BUMN. Jadi UMKM tidak usaha sendiri sendiri lagi tapi jadi bagian dari industri,” tutur Teten.

Upaya kemitraan antara UKM/IKM dengan BUMN serta Usaha Besar ini merupakan kolaborasi Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKop UKM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian BUMN, dan Kementerian Investasi.

Selain itu, upaya ini juga merupakan mandat dari Presiden Joko Widodo, agar UMKM naik kelas dari skala mikro menjadi skala industri.

“Pak Presiden menugaskan untuk mendorong UMKM agar usahanya tidak mikro terus. Juga meminta BUMN dan usaha besar berbagi pekerjaannya kepada UMKM agar naik kelas,” sambung Teten.

Teten dalam pemaparannya juga membeberkan apa saja keuntungan yang akan diperoleh bagi BUMN dan usaha besar apabila kemitraan ini berjalan.

Menurutnya, kemitraan ini merupakan simbiosis mutualisme agar mencapai ekonomi besar tahun 2045 nanti.

“Bagi BUMN, banyak keuntungan bermitra dengan UMKM, yaitu biaya produksi lebih rendah dan insentif pajak. Dengan cara itu kita ingin UMKM jadi bagian industrialisasi, industrinya berkembang UMKM juga berkembang,” jelasnya.

Lebih lanjut, UKM yang sudah bermitra ini nantinya diharapkan akan menjangkau pasar global.

Untuk mempermudah dalam realisasi target tersebut, pemerintah memberlakukan berbagai insentif termasuk kemudahan dalam perizinan.

“Berbagai insentif sudah kita lakukan seperti pajak, upah minimum, akses pembiayaan dan kemudahan perizinan sekarang kita permudah untuk UMKM jadi bagian dari industri, agar standarisasi produknya berkualitas,” ungkap Teten.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau