Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengurai Tantangan Memasarkan Produk Tenun Lokal

Kompas.com, 20 Januari 2023, 15:38 WIB
Gabriela Angelica,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan social enteprise yang fokus di bidang seni budaya, Torajamelo mengakui banyaknya tantangan dalam memasarkan produk tenun lokal, terutama dalam sistem produksinya.

Chief Executive Officer Torajamelo, Aparna menyampaikan beberapa tantangan dasar dari memasarkan produk tenun tersebut bahkan termasuk dari proses penyiapan produksinya.

"Sebenarnya secara proses sangat sulit karena kelompok tenunnya berada di berbagai daerah dan mengingat proses menyiapkannya dan memastikan pewarnaannya natural, serta agar tidak terjadi eksploitasi juga di tengah komunitasnya, itu memang sulit," tutur Aparna saat media gathering Sarinah Duty Free Brand Activation bersama Torajamelo di Sarinah, Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Kesulitan produksi itu secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap pemenuhan permintaan produk tenun.

Namun, Torajamelo terus mencari komunitas tenun di daerah yang dapat diajak bekerja sama. Salah satunya dengan menggandeng komunitas dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang baru bergabung.

Ketua Komunitas Tenun Manggarai, Ester Dagomez menyampaikan, ajakan kerja sama dengan Torajamelo ini sangat membantu mereka.

"Apa yang dilakukan ini sangat membantu, karena tadinya kami tidak dikenal. Banyak yang akan kami lakukan dari bawah, mulai dari penenunnya sampai ke tingkat pemasarannya," jelas Ester.

Bagi Ester, hal tersebut sangat penting bagi komunitas tenun dari timur Indonesia. Ia menjelaskan, kesulitan penjualan yang kerap mereka alami juga disebabkan oleh nilai produk tenun yang belum tinggi.

"Terkait penjualan, di Manggarai masih dijual secara suka-suka harganya. Karena memang ada jenis benang yang kami gunakan, itu tidak sama. Benang yang kami pakai itu masih dari bahan sintetis," tambah Ester.

Kerja sama dengan Torajamelo diharapkan Ester dapat mengajarkan mereka dalam hal penggunaan jenis-jenis benang yang ada.

Ia mengakui, para penenun Manggarai memang mahir dalam teknik menenun, tapi masih kurang pengetahuan seputar jenis benang beserta serat-seratnya. Hal tersebut dinilai penting karena akan berpengaruh terhadap teknis tenunnya nanti.

Saat ditanyakan soal regenerasi, Ester menyampaikan bahwa di Manggarai banyak sekali kelompok anak yang putus sekolah. Ia menilai kondisi itu sejalan dengan visi dan misi Torajamelo.

"Saat melihat visi dan misi Torajamelo soal perempuan dan kemiskinan, itu sangat sesuai dengan kondisi kami di Manggarai," ujar Ester.

Maka dari itu, Ester berharap dengan kerja sama ini serta semakin banyaknya anak muda yang diajak untuk ikut dalam komunitas. Tak hanya untuk membantu mereka yang kesulitan, melainkan secara otomatis hal tersebut diharapkan dapat menciptakan regenerasi.

"Regenerasi itu perlu bagi kaum muda karena kebiasaan selama ini, justru yang muda-muda itu sudah malas untuk memulai atau mempelajari," ungkap Ester.

Ester menjelaskan bahwa para kelompok muda tersebut dilatih untuk bekerja dalam sistem, mulai dari waktu menenun, mempelajari serat benang, hingga perbaikan nilai jual sehingga dapat membantu masyarakat lokal dalam menaikkan nilai produk tenun.

Saat ini, dalam rangka menunjukkan tenun Manggarai, Torajamelo mengundang dua penenun dari komunitas Manggarai. Ester menyampaikan kesempatan ini sesuatu yang perlu disyukuri dan dimanfaatkan agar tenun mereka semakin dikenal.

"Kami membawa dua penenun kami yang mahir ke Jakarta atas undangan dari Torajamelo. Kalau sebelumnya kelompok tenun Manggarai tidak pernah mengikuti event seperti ini," pungkas Ester.

Para penenun dari Manggarai ini akan hadir dan menunjukkan kemahiran mereka serta bagaimana proses produksi tenunan di Sarinah, Jakarta, sampai dengan 29 Januari 2023 mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau