KOMPAS.com – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, sekitar 27,94 persen populasi penduduk Indonesia didominasi oleh penduduk kelahiran tahun 1997-2012 atau sering dikenal dengan sebutan Generasi Z atau Gen-Z.
Menariknya, banyak anak muda di Indonesia yang memiliki gairah menjadi wirausaha. Mereka ingin memulai usaha sejak usia muda.
Tentunya, hal tersebut harus dibekali oleh keterampilan dan keahlian berwirausaha untuk menghadapi persaingan bisnis.
Baca juga: Berawal Dari Hobi, Agung Berhasil Jalankan Kanggo Kopi
Apalagi, generasi Z atau Gen-Z cenderung memiliki karakter menginginkan sesuatu secara instan, yang mana ini tak berlaku di dunia bisnis, karena dalam bisnis membutuhkan proses, kesabaran, dan kerja keras.
Oleh karena itu, Justicia Dwita Dewi atau yang akrab disapa Uci, owner Maja Watch membagikan 4 tips sukses memulai usaha untuk anak muda.
Sebagai anak muda yang ingin membangun bisnis, sebaiknya memulai usaha dari skala yang kecil. Dengan begitu, kamu bisa mempelajari setiap hal-hal baru di dalam dunia bisnis.
“Mimpi memang harus besar, tapi kamu harus mulai dengan step by step karena bisnis adalah sebuah perjalanan. Itu akan membuat kamu belajar dalam setiap perkembangan produk atau usahamu,” jelas Uci kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.
Baca juga: Cerita Henny Merintis Pisang Goreng Sultan hingga Beromzet Ratusan Juta
Sebagai salah satu generasi yang akrab dengan perubahan teknologi, ini akan memudahkan kamu dalam memahami perubahan tren yang ada di pasar.
Kamu harus memiliki jiwa adaptif yang cepat terhadap perubahan dan pergeseran tren (tren shifting), yang berkembang dengan sangat cepat.
Sebagai pelaku usaha yang baru menjalankan bisnis, kamu harus banyak berkolaborasi dengan berbagai pihak.
"Bahkan Maja Watch saja masih melakukan beragam kolaborasi, termasuk saat dipercaya menjadi Official Marchandise Asian Paragames tahun 2022," kata Uci.
Baca juga: Pernah Gagal Berbisnis, Dua Mahasiswa Ini Sukses Jualan Kacang Mete Renjana
Generasi Z merupakan generasi yang penuh dengan gagasan kreatif, tetapi mereka lebih mudah menyerah dan mudah overthinking atau memikirkan sesuatu secara berlebihan.
“Bisnis selalu fluktuatif atau mengalami naik turun. Karena itu, kita harus berpikiran positif dan berpikir maju. Sebagai generasi muda, seharusnya kita bisa memikirkan apa yang membuat kita gagal dan apa solusi yang tepat,” tutup Uci.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.