Tantangan Digitalisasi UMKM Pasca Pandemi Covid-19

Kompas.com - 24/01/2022, 13:29 WIB

Ketika pandemi mulai berlangsung, semua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) didorong masuk ke platform digital oleh pemerintah. Alhasil, sejak dua tahun lalu, jumlah usaha yang on-boarding secara digital sudah melebihi 17 juta. Bandingkan dengan jumlah tujuh juta ketika sebelum musim Covid-19. Itu berarti pandemi mendorong pertumbuhan digitalisasi UMKM hampir dua kali lipat.

Memanfaatkan teknologi digital bagi UMKM kita menjadi penting dikarenakan banyak hal. Salah satunya, jangan sampai keunggulan infrastruktur digital kita dimanfaatkan menjadi pasar oleh produk negara lain.

Di awal tahun 2021 sempat viral isu mengenai Mr. Hu dan betapa mudahnya impor produk crossborder dari Tiongkok. Walaupun akhirnya produk crossborder-trading berhasil dibatasi oleh Kementerian Koperasi dan UMKM, tetapi ada pelajaran penting yang bisa diambil. Masih ada celah yang bisa dilakukan produk luar negeri untuk bisa masuk ke negara kita dan mengambil alih pasar domestik.

Jadi, selain untuk menangkis serbuan produk dari luar negeri, penggunaan teknologi digital bagi UMKM juga berarti meningkatkan daya saing dan daya jelajah pemasaran.

Daya saing meningkat dikarenakan supply-chain yang memungkinkan untuk diperpendek dengan memangkas middleman. Sementara daya jelajah pemasaran bisa diperluas, bahkan sampai dengan tingkat regional ASEAN untuk ekspor. Semua bisa dilakukan UMKM sendiri dengan mudah.

Pandemi memang mengakselerasi digitalisasi, tetapi ada beberapa catatan yang tidak bisa dihindari.

Pertama, kenyataan bahwa UMKM kita tak berada dalam level yang sama mengenai literasi digital. Kluster pemahaman tentang berbagai platform digital sangat jomplang dan terbagi-bagi. Ini dikarenakan juga pertumbuhan jumlah usaha level mikro yang sangat besar dan cepat.

Gambarannya begini, ada UMKM yang sudah siap untuk masuk ke marketplace yang ada, ini kebanyakan yang dikelola oleh anak muda dan orang tua progresif. Di sisi lain, banyak juga UMKM yang masih harus diajari untuk memakai aplikasi komunikasi yang paling dasar sekalipun.

Ketimpangan ini memaksa program onboarding yang ada untuk lebih memperhatikan subjeknya, dan tidak dipukul rata dengan materi yang sama.

Kedua, ketika jumlah UMKM yang terdigitalisasi semakin masif, ada persoalan logistik yang harus dipecahkan. Negara kita yang sangat luas memaksa setiap pebisnis untuk mengeluarkan ongkos logistik yang mahal. Bagi UMKM, ini berarti biaya ongkos kirim (ongkir) produk ke pelanggannya yang terkadang melampaui harga barang yang dibeli.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sukses Tak Pandang Usia, Ini Cara Memulai Bisnis Setelah Pensiun

Sukses Tak Pandang Usia, Ini Cara Memulai Bisnis Setelah Pensiun

Training
Cek 5 Tanda Kamu Sudah Siap Buka Usaha

Cek 5 Tanda Kamu Sudah Siap Buka Usaha

Training
Program Pertamina Ini Buka Peluang UMKM Jadi Distributor Elpiji Non-Subsidi

Program Pertamina Ini Buka Peluang UMKM Jadi Distributor Elpiji Non-Subsidi

Program
Jurus Bisnis UMKM Tahan Banting dan Awet Sepanjang Masa

Jurus Bisnis UMKM Tahan Banting dan Awet Sepanjang Masa

Training
Baju dan Jilbab Asal Purworejo Ikut Ajang Fashiow di Rusia

Baju dan Jilbab Asal Purworejo Ikut Ajang Fashiow di Rusia

Training
Sempat Viral dan Ditangkap, Ratu Keraton Agung Sejagat Purworejo Kini Buat Produk UMKM

Sempat Viral dan Ditangkap, Ratu Keraton Agung Sejagat Purworejo Kini Buat Produk UMKM

Jagoan Lokal
Batik Salingka Tabek, Buatan Solok Laris ke Malaysia hingga Brunei Darussalam

Batik Salingka Tabek, Buatan Solok Laris ke Malaysia hingga Brunei Darussalam

Jagoan Lokal
Kisah Yusrizal, Belajar Membatik Lewat Youtube hingga Kini Beromset Rp20 Juta

Kisah Yusrizal, Belajar Membatik Lewat Youtube hingga Kini Beromset Rp20 Juta

Jagoan Lokal
Manfaatkan Bahan Baku Tradisional, Asma Sukses Berbisnis Obat Herbal

Manfaatkan Bahan Baku Tradisional, Asma Sukses Berbisnis Obat Herbal

Jagoan Lokal
Bisnis Herbal? Tanaman dari Kalimantan ini Bisa Dipakai untuk Bahan Baku

Bisnis Herbal? Tanaman dari Kalimantan ini Bisa Dipakai untuk Bahan Baku

Training
Acara G20 di Yogyakarta, KemenKopUKM Dorong Wirausaha Perempuan Tingkatkan Kontribusi dalam Pemulihan Ekonomi

Acara G20 di Yogyakarta, KemenKopUKM Dorong Wirausaha Perempuan Tingkatkan Kontribusi dalam Pemulihan Ekonomi

Program
Kemenkominfo Buka Pelatihan Digital bagi UMKM Depok, Ini Cara Daftarnya

Kemenkominfo Buka Pelatihan Digital bagi UMKM Depok, Ini Cara Daftarnya

Program
Pelaku UMKM Ingin Pasar Wisata Menoreh Dibangun dan Diaktifkan Kembali

Pelaku UMKM Ingin Pasar Wisata Menoreh Dibangun dan Diaktifkan Kembali

Training
Shopee Resmikan Kampus UMKM di Makassar

Shopee Resmikan Kampus UMKM di Makassar

Program
Pemkab Solok Fokus Kembangkan Produk UMKM Anyaman, Tenun, Oleh-oleh, dan Kuliner

Pemkab Solok Fokus Kembangkan Produk UMKM Anyaman, Tenun, Oleh-oleh, dan Kuliner

Program
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.