Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bingung Memulai Usaha? Dua Bisnis Ini Bisa Dicoba dan Menjanjikan

Kompas.com, 4 Februari 2022, 11:20 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Memulai bisnis memang gampang-gampang susah. Tidak sedikit calon pebisnis yang masih menghadapi kesulitan dalam menentukan bisnis apa yang cocok sebagai upaya meraup pundi-pundi keuntungan. Nah

Namun mengutip Smesco, Jumat (4/2/2022), ada beberapa bisnis yang masih tetap menjadi trend pada 2022 ini. Apa saja itu?

Bisnis Kuliner

Menjalankan bisnis kuliner bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampang karena bisnis ini menyentuh hajat hidup paling dasar. Namun susahnya, jika tak mengetahui trend, bisa-bisa usaha yang dijalankan tak diminati konsumen.

Baca juga: 80 Produk UMKM Jakarta Selatan Bersaing Masuk Indomaret

Untuk itu, mumpung masih awal tahun, tidak ada salahnya mencoba-coba bisnis yang kemungkinan akan menjadi trend pada tahun ini. Caranya, bisa mempelajari bisnis kuliner yang pernah ngetrend pada tahun 2021.

Di tahun 2021, bisnis kuliner yang sempat ngehits di antaranya dimsum, toast and sandwich, soft cookies, cilok pedas, donat crispy, tahu crispy, sei sapi, disert box, roti kukus, tahu walik, pisang goreng madu, nasi kulit, croffle, dan minuman boba.

Tahun ini, kamu bisa mencoba varian lain dari kuliner-kuliner yang pernah ngehits itu. Jangan ragu untuk melakukan eksplorasi berbagai makanan yang potensial bisa mengundang banyak konsumen.

Untuk itu, kamu juga dituntut untuk selalu rajin berpromosi dan memanfaatkan platform online agar jangkauan produkmu semakin luas.

Dan jangan lupa pula untuk memberikan diskon yang menarik bagi pembeli selagi bisnismu masih dalam masa promosi.

Bisnis Produk Kecantikan

Memulai bisnis dengan menjual produk-produk kecantikan bisa menjadi ladang pendapatan yang lumayan menjanjikan. Namun untuk terjun dalam bisnis produk kecantikan tidaklah mudah. Harus melewati berbagai uji untuk menghasilkan produk yang baik dan diterima oleh masyarakat.

Baca juga: UMKM akan Dimudahkan Peroleh Sertifikasi Halal lewat LPH Swasta

Akan tetapi, jika tidak menjadi produsen, kamu bisa masuk dalam bisnis produk kecantikan sebagai reseller atau dropshipper.

Untuk menjadi reseller atau dropshipper, hal pertama yang harus dilakukan adalah riset untuk mencari pemasok produk kecantikan yang terpercaya. Selain itu, harus dipastikan bahwa produk kosmetik, perawatan kulit, dan produk kecantikan lainnya sudah memiliki kualitas yang baik dan memiliki izin dari BPOM.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau