Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ESB Targetkan 30.000 UMKM Gunakan ESB Digital Resto hingga Akhir 2023

Kompas.com, 20 Oktober 2022, 09:00 WIB
Gabriela Angelica,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Esensi Solusi Buana (ESB) menargetkan 30.000 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menggunakan program ESB Digital Resto pada 30.000 hingga akhir 2023.

Chief Executive Officer ESB, Goenawan Woen menyampaikan harapannya untuk bisa membantu pelaku UMKM yang berfokus pada bidang food and beverages (FnB) lewat ESB Digital Resto.

"Kami sampai di akhir tahun depan (2023), itu menargetkan untuk merangkul 30.000 UMKM. Itu sebuah angka yang harusnya mudah ya," ujar Goenawan yang ditemui di ESB Digital Resto, Pantai Indah Kapuk, Rabu (19/10/2022).

Menurut Goenawan, angka tersebut mudah dicapai karena kerjasama ESB bersama dengan sebuah grup asosiasi di bawah Dinas Koperasi dan UKM. Menurutnya, mereka sudah bisa bertemu dengan 10.000 - 15.000 UMKM.

ESB yang merupakan perusahaan software enterprise resource planning (ERP), resmi meluncurkan inovasi terbarunya lewat ESB Digital Resto yang bertujuan untuk memberi gambaran teknologi ESB Point of Sale (POS) yang bisa membuat operasional suatu usaha lebih efisien.

Peluncuran inovasi ESB Digital Resto untuk UMKM ini berangkat dari permasalahan umum usaha FnB, khususnya yang berbentuk restoran atau kedai dalam hal sistem operasional dan transaksi pembayarannya, seperti masalah antrean kasir, sistem order menu yang kacau, hingga pencatatan pesanan yang tidak tertata.

Sehingga, ESB ingin membantu usaha FnB dalam problem solving hingga memberikan peluang untuk mengurangi operational cost usaha.

Terdapat beberapa program software yang ditawarkan oleh ESB, misalnya melalui ESB Lite, ESB Kitchen, ESB Loop, ESB Kiosk, dan beberapa varian software lain yang semua bermanfaat mengefisiensi sistem operasional sebuah usaha FnB.

Saat ini, ESB juga selalu melakukan pendekatan lewat sosialisasi dan pelatihan kepada UMKM dengan bantuan Pemerintah Daerah (Pemda).

"Kita cuma expect Pemda buka pintu, biar kita saja yang masuk, kita jadi project managernya untuk perkenalkan statistical analysis system (SAS), lakukan pelatihan, mengkonekkan mereka dengan bantuan modal. Jadi satu paket lengkap, supaya kita bisa dukung mereka jualan," tutur Goenawan.

Chief Operational Officer ESB, Eka Prasetya juga menyampaikan bahwa ESB berharap bisa berperan dalam digitalisasi UMKM yang sejalan dengan program pemerintah serta menjadi solusi dari permasalahan umum usaha kuliner, utamanya sebuah restoran.

"Karena sebenarnya, yang kita jual bukan hanya SAS tadi, tapi yang kita jual adalah solusi. Menjual solusi bagaimana agar restoran bisa berkembang," pungkas Eka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau