KOMPAS.com – Menjalankan bisnis di luar negeri memang menuntut strategi yang tepat. Tak sekedar harus memahami karakteristik konsumen, namun juga memiliki perencanaan bisnis yang matang.
Salah satu pelaku usaha dari Indonesia yang berhasil masuk ke Uni Emirat Arab (UEA) adalah Roti Kopi, sebuah jaringan ritel yang menyediakan makanan dan minuman khas Timur Tengah.
Chief Executive Officer (CEO) Roti Ropi Ahmad Reza menuturkan, bisnis Roti Kopi masuk ke Dubai dengan strategi yang unik.
“Kami masuk ke UEA tidak langsung ke Dubai, tapi masuk dari daerah pinggir Dubai, seperti kota Sharjah, Umm Al Quwain, dan rencana masuk Dubai di Februari tahun 2024. Kami menargetkan membuka lima outlet pada bulan Maret 2024 mendatang,” lanjut Reza.
Dalam menjalankan usahanya, Roti Kopi hanya menemui satu pesaing, yakni pebisnis yang berasal dari Malaysia dan sudah memiliki 60 outlet di Dubai.
Keberhasilan melakukan ekspansi bisnis tersebut mendorong Roti Kopi membuka cabang di negara lain yakni di Palestina. Beberapa kota yang diincar di antaranya Hebron, Ramla, Kafr Qasim, dan lainnya.
"Sudah ada mitra yang tertarik untuk buka di Palestina,” jelas Reza.
Atas keberhasilan tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Ad Interim sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi Roti Kopi. Erick mengatakan bahwa UMKM Indonesia bisa bersaing di pasar global.
"Ketemu UMKM dari Indonesia yang akan buka cabang di Dubai. Ga tanggung-tanggung, buka lima cabang sekaligus di sini. Kita buktikan UMKM Indonesia bisa bersaing di pasar global," kata Erick Thohir.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.