“Tantangannya yaitu, apakah mereka paham dengan pesan saya dan apakah mereka bisa tercerahkan melalui gambar yang saya buat?,” ungkap Artisa.
Tantangan lainnya, dalam membuat produk daur ulang, rupanya juga akan menciptakan limbah sisa dari pembuatan daur ulang, sehingga perlu solusi untuk meminimalisirnya.
“Kami mencoba meminimalisir limbah tambahan yang dihasilkan dari pembuatan produk kami. Semoga kami bisa menemukan cara untuk menggapai efisiensi itu,” ujar Artisa.
Baca juga: Simak Strategi Memulai Usaha Toko Oleh-oleh
“Saya berharap, usaha ini berjalan dengan baik dan semoga orang senang melihat produk kami. Saya juga ingin memberikan dampak yang baik lebih banyak untuk bumi,” tutup Artisa.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.