Editor
Upaya yang dirintis Febri sejak sekitar 3 tahun silam, perlahan-lahan mulai memperlihatkan hasil. Tak hanya bagi dirinya sendiri, namun juga warga yang terlibat dalam bisnis pembibitan dan perawatan kawasan reklamasi.
Sebagaimana yang dikisahkan oleh Mirwansyah, warga asli Desa Keban Agung yang lahannya digunakan sebagai pusat pembibitan. Menurutnya, kegiatan reklamasi tambang yang dijalankan PTBA benar-benar bisa dinikmati oleh masyarakat.
Dia menceritakan, lahan menganggur yang bertahun-tahun tidak menghasilkan uang, akhirnya bisa memberikan manfaat ketika lahan tersebut dipakai untuk pembibitan.
Baca juga: Kembangkan Batik Kujur, Bukit Asam Berdayakan Ibu Rumah Tangga di Tanjung Enim
"Skemanya bagi hasil dengan Pak Febri," ungkap dia.
Pekerja lain pun juga mendapatkan benefit. Bahkan ada salah satu anggota tim yang dipimpin Febri, pada akhirnya bisa membangun rumah sendiri setelah bertahun-tahun menyewa.
"Inilah yang membuat saya bersemangat. Saya sebelumnya bekerja di anak usaha PTBA, namun saya memilih keluar dan menekuni bisnis. Selain bisa punya waktu yang lebih fleksibel, usaha ini juga bisa berdampak ke masyarakat secara langsung," kata Febri yang oleh PTBA diberi gelar Local Hero ini.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.