JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam gempuran era digital, termasuk media sosial, banyak anak yang "tenggelam" dalam gadget-nya.
Padahal, menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak, salah satunya anak jadi lebih mudah terdistraksi.
Rauf Raphanus (39), pemilik Ichinogami Papercraft Expert mengaku menaruh perhatian dalam permasalahan ini.
Bisnis yang berangkat dari kegelisahan Rauf ini, mulai dirintis sejak tahun 2011. Ia memproduksi berbagai macam jenis produk kreativitas dari kertas mulai dari level beginner, medium, dan advance.
Sasaran utama bisnis ini yaitu anak-anak, terutama usia empat hingga lima tahun.
Rauf berharap, Ichinogami Papercraft Expert dapat meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap bentuk tiga dimensi dan melatih fokus pada anak.
Baca juga: Usung Ramah Lingkungan, Kawedo Juice Siap Beli Lagi Botol Produknya
Dalam membuat produk Ichinogami Papercraft Expert memang menggunakan bahan baku kertas. Namun Rauf memastikan, bisnis papercraft miliknya sudah menerapkan sistem sustainability atau keberlanjutan akan keselamatan lingkungan.
Supaya tetap menjaga kelestarian lingkungan, Rauf menggunakan 100 persen eco paper sebagai bahan baku kertas Ichinogami Papercraft Expert.
Ia menyebut, ciri khas dari eco paper adalah adanya sertifikasi ramah lingkungan.
"Produk kami itu yang jelas kertasnya sudah ada sertifikasi ramah lingkungan. Biasanya ada tulisan Forest For All, Indonesian Legal Wood, dan PEFC," ucap Rauf pada Kompas.com, Kamis (30/5/2024).
Baca juga: Prihatin Kondisi Air di Jakarta, Rully Ciptakan Sabun Herbal Ramah Lingkungan
Ciri khas eco paper yaitu tidak mengambil bahan baku kertas dari pohon dalam pembalakan liar.
Dalam hal ini, perusahaan kertas akan menanam pohon hingga lima tahun terlebih dulu, hingga akhirnya bisa dimanfaatkan. Kemudian, bekas pohon yang sudah dimanfaatkan akan ditanami pohon kembali.
Lebih lanjut Rauf mengatakan, eco paper tersebut diperoleh dari beberapa vendor. Ia biasa membeli kertas dari vendor lalu langsung masuk dalam proses cetak.
"Setiap kali mau ada cetak, kami beli kertas, terus langsung cetak. Jadi enggak ada stok kertas gitu, tapi beli sesuai kebutuhan cetak," jelasnya.
Baca juga: 4 Kiat Sukses Membangun Bisnis Ramah Lingkungan ala Owner Purunea
Selain memastikan menggunakan kertas eco paper, Rauf juga akan menerapkan konsep penukaran kemasan papercraft yang telah dibeli dengan papercraft baru.