Bonusnya, mendengar podcast industri bisa menambah wawasan seputar bisnis. Kamu bisa mendengarkan podcast kapan pun dan dimana pun melalui beberapa platform seperti Spotify, iTunes, dan Podcasher.
Tidak jarang tren-tren terkini justru berasal dari influencer, baik itu content creator, selebgram, TikTokers, atau YouTubers.
Mengingat power yang mereka miliki di dunia digital khususnya media sosial, postingan dan gaya mereka di media sosial cenderung banyak diikuti oleh para followers-nya sehingga menjadi tren.
Dengan mengikuti akun-akun influencer, kamu bisa terus update tren terkini. Kamu juga bisa sekalian mencari tahu gaya pemasaran digital yang membuat para influencer tersebut disukai dan memiliki banyak audiens.
Misalnya bagaimana cara mereka memasarkan produk di platform digital, bagaimana promosi dan pendekatannya dengan audiens.
Baca juga: 40 Pelaku UMKM di Serang Dibekali Ilmu Pemasaran Digital dan Ekspor
Jika ingin jalan pintas, kamu bisa langsung merekrut generasi muda. Milenial dan Gen Z yang tentunya lebih update dan sering fomo (fear of missing out - tidak mau ketinggalan) membuat mereka lebih tahu tren-tren terkini seputar dunia digital.
Biasanya, Milenial dan Gen Z juga memiliki relasinya sendiri yang sering bertukar obrolan seputar tren terkini.
Dengan memperkerjakan mereka, pemasaran digital bisnis kamu bisa berjalan dan tidak ketinggalan jaman.
Kreativitas generasi muda juga memungkinkan mereka membuat konten pemasaran yang menarik. Bahkan, akun usahamu bisa menjadi pembuat tren, jika konten yang dibuat sampai viral.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.