Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisnis Puding Bunga Telang Menjanjikan Keuntungan yang Besar

Kompas.com, 11 Agustus 2024, 10:18 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Dari bunga telang yang cantik dan menawan, ada banyak manfaat luar biasa yang bisa didapatkan.

Bukan hanya dikonsumsi sebagai minuman untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, tapi juga diolah jadi beragam jenis makanan. Salah satunya adalah puding bunga telang yang ternyata juga bisa jadi ide bisnis kuliner menarik dan menjanjikan keuntungan.

Puding bunga telang terbilang masih cukup baru di ranah bisnis kuliner, tak heran jika belum banyak yang menjualnya di pasaran. Hal inilah yang membuat bisnis puding bunga telang jadi makin menarik untuk dicoba karena belum banyak yang terjun untuk menekuni bisnis tersebut.

Masih belum yakin untuk mulai menekuni bisnis puding dari bunga telang? Simak empat alasan menarik mengapa bisnis ini menjanjikan keuntungan yang besar dalam ulasan dilansir dari Cermati.com berikut:

1. Kompetitor Belum Banyak

Bunga telang sudah sejak lama dimanfaatkan untuk bahan minuman dan makanan, tak heran jika ada banyak sekali produk turunannya. Mulai dari minuman hingga berbagai jenis olahan makanan yang menarik. Bahkan bunga telang juga kerap digunakan sebagai bahan pewarna untuk makanan karena memang dari bahan alami yang cenderung aman.

Namun, untuk produk puding dari bunga telang sendiri memang masih terbilang baru, sehingga belum banyak yang memproduksi dan mempromosikannya.

Meskipun demikian, bukan berarti puding bunga telang tidak memiliki peminat atau bahkan tidak bisa bersaing di pasar. Justru karena belum banyak dijual di pasaran, artinya persaingannya bisa dibilang nihil atau hampir tidak ada.

Kondisi ini tentu akan sangat menguntungkan bagi pelaku usaha yang ingin memulai bisnisnya. Karena pelaku usaha bisa lebih leluasa dalam mengelola dan mengembangkan bisnisnya secara lebih kreatif untuk memenangkan pasar. Bahkan, bisa jadi pionir dan bukan pengikut di bisnis tersebut.

2. Produk Inovatif dengan Value Tinggi

Bunga telang lebih sering dijual dalam kondisi segar, tapi ada pula yang sudah dalam bentuk bunga kering. Dari bahan tersebut kemudian muncul berbagai inovasi produk makanan yang baru, seperti puding salah satunya.

Selain menciptakan sesuatu yang baru, inovasi juga membuat value dari produk yang dihasilkan meningkat.

Hal ini tentunya membuat peluang keuntungan yang akan diperoleh dari bisnis puding bunga telang akan menjadi semakin besar. Apalagi jika dibandingkan dengan menjual bunga telang dalam kondisi kering atau segar saja. Selain itu, bunga telang juga bisa dikreasikan menjadi berbagai macam puding yang tak hanya enak tapi juga menarik tampilannya.

Anda bisa berkreasi dengan bunga telang sesuai kemampuan dan kreativitas yang dimiliki. Inovasi dan kreativitas di bisnis puding bunga telang ini memang sangat penting karena mampu membantu menarik minat dan perhatian konsumen.

Baca juga: Tertarik Mencoba Bisnis Florist? Begini Langkah mudah

3. Bahan Baku Murah dan Mudah Ditemukan

Puding bunga telang termasuk jenis makanan yang mudah dibuat dan tidak memerlukan skill khusus.

Anda juga bisa menggunakan peralatan masak yang sudah ada di dapur untuk membuatnya. Jadi untuk memulai bisnis ini tak perlu mengeluarkan banyak modal yang bisa memberatkan.

Selain itu, bahan-bahan untuk pembuatan puding juga terbilang murah dan mudah diperoleh, baik di toko terdekat maupun toko online.

Ditambah lagi untuk membuat variasi puding bunga telang juga terbilang mudah karena bisa dipadukan dengan berbagai jenis bahan lainnya. Misalnya saja dengan keju atau buah-buahan segar seperti leci, stroberi dan sebagainya.

4. Unik dan Banyak Peminatnya

Puding bisa dibilang termasuk makanan penutup atau dessert yang peminatnya cukup banyak. Bahkan hampir semua kalangan usia, baik anak-anak maupun dewasa banyak yang suka dengan jenis makanan ini. Karena pada umumnya puding memiliki rasa manis dengan tekstur kenyal, sehingga mampu memberikan rasa segar di setiap suasana.

Inilah alasan mengapa bisnis puding telang termasuk ide usaha yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Minat yang tinggi di masyarakat, tentunya akan membuat peluang penjualan bisa mengalami kenaikan. Terlebih jika Anda mampu menciptakan puding bunga telang sesuai tren yang sedang hangat saat ini.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau