Prinsip ecopreneurship ini tidak hanya membantu mengurangi jejak karbon, tetapi juga mendukung bisnis dalam mencapai bottom line yang lebih tinggi dengan pengeluaran yang lebih rendah.
Baca juga: 3 Tips Memilih Bahan Baku untuk Usaha Ramah Lingkungan
“Pengurangan emisi biasanya terjadi karena ada pengurangan energi yang dipakai atau efisiensi proses. Kalau prosesnya semakin efisien, maka energinya semakin sedikit dan artinya bisa lebih murah. Bottom line naik dan nantinya cost akan turun,” paparnya.
Davy juga menambahkan bahwa meskipun bisnis ramah lingkungan memerlukan proses adaptasi yang mungkin tidak instan, dalam jangka panjang hasilnya sangat menguntungkan.
“Ada proses pembelajaran untuk menemukan mekanisme yang paling efisien, tapi ujungnya pasti lebih murah jika prinsip hijau diterapkan. Dengan proses yang efisien, penggunaan energi akan berkurang, yang secara langsung menurunkan biaya operasional,” pungkasnya.
Baca juga: Usung Ramah Lingkungan, Kawedo Juice Siap Beli Lagi Botol Produknya
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.