Editor
JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah meluncurkan BACenter untuk membantu mendorong penguatan sektor koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
BACenter lahir untuk membantu koperasi dan UMKM menghadapi sejumlah tantangan hingga memberikan strategi pendanaan.
Sebagai lembaga kajian independen, BACenter menggabungkan riset akademik, advokasi kebijakan, pengembangan kapasitas, dan pendampingan transformasi kelembagaan.
Baca juga: Koperasi Merah Putih Terbentuk di Ngawi, Fokus Jual Sembako dan Obat Murah
Ketua Dewan Pembina BACenter, Burhanuddin Abdullah, menjelaskan, keberadaan pusat studi yang berfokus pada UMKM dan koperasi sangat krusial.
"Sebab, sektor UMKM dan koperasi memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja di banyak negara, termasuk Indonesia," tuturnya dalam keterangan resmi Senin (21/7/2025).
Burhanuddin Abdullah menjelaskan, berdasarkan IMF Staff Country Reports (2024), diketahui bahwa UMKM mendominasi ekonomi Indonesia.
"Keberadaan UMKM layak diperhatikan, karena berkontribusi hingga 61 persen terhadap PDB
dan mampu menyerap 97 persen tenaga kerja nasional, serta mewakili 99% dari seluruh unit bisnis," terangnya.
Sementara koperasi yang berperan sebagai soko guru perekonomian rakyat dan instrumen
utama peningkatan kesejahteraan masyarakat, kontribusinya terhadap PDB masih relatif kecil.
Sejauh ini, kontribusi koperasi terhadap ekonomi Indonesia diketahui masih di bawah 2 persen, meskipun pemerintah menargetkan peningkatan hingga 5,5 persen pada 2024 dan 10 persen di masa depan.
"UMKM dan koperasi masih menghadapi sejumlah tantangan. Untuk UMKM, tantangannya signifikan seperti 67 persen beroperasi di sektor informal, tingkat pertumbuhan produktivitas dan inovasi yang rendah, serta akses terbatas ke pasar ekspor global (hanya 15.8% dari total
ekspor). Termasuk juga modal manusia, logistik, kompleksitas regulasi, akses pasar,
dan pembiayaan," paparnya
Sementara untuk koperasi, sambungnya, tantangannya meliputi kualitas sumber daya manusia, keterbatasan modal dan kesulitan mendapatkan pinjaman, tata kelola yang kurang transparan dan potensi intervensi politik.
Baca juga: 454 Koperasi Merah Putih di Purworejo Ada 3 Macam, Apa Saja ?
"Tantangan lainnya adalah persaingan dengan usaha modern dan antar koperasi, regulasi yang kompleks dan sering berubah, serta kurangnya minat masyarakat dan citra koperasi yang kurang baik," imbuhnya.
Menurut Burhanuddin, hal itu yang mendasari BACenter hadir dengan visi Terwujudnya koperasi dan UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing global.
"Sedangkan Misi BACenter adalah lembaga yang menghasilkan kajian strategis berbasis data untuk perumusan kebijakan dan intervensi program. Kemudian menjadi mitra pemerintah, swasta, dan masyarakat sipil dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM," jelasnya.
Misi lainnya adalah Membangun ekosistem inovatif bagi pertumbuhan koperasi dan UMKM, serta Mendorong adopsi teknologi, keberlanjutan, dan model bisnis masa depan.
Bahkan, sambungnya, BACenter telah menyiapkan strategi pendanaan (Fundraising Strategy).
"Misalnya untuk pendanaan awal atau seed funding, kami mengarahkan ke internal atau sponsor. Kemudian untuk donasi bisa memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Swasta/BUMN/BUMD untuk pemberdayaan koperasi dan UMKM," katanya.
Baca juga: Saat Canda Dedi Mulyadi soal Jodoh di Koperasi Dibalas Prabowo Awas Kau
Ada juga skema kemitraan proyek atau project-based partnership dengan lembaga internasional atau pemerintah lokal untuk kajian kebijakan atau intervensi langsung ke koperasi/UMKM.
BACenter juga menyiapkan strategi jangka panjang, seperti melalui endowment fund atau penggalangan dana abadi untuk menjamin keberlangsungan lembaga.
"Kita mengembangkan model dan kerangka kerja inovatif untuk peningkatan kapasitas dan daya saing, menyediakan pelatihan dan program pengembangan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar," paparnya.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya