JAKARTA, KOMPAS.com - Penguatan basis data UMKM sangat diperlukan agar layanan keuangan yang dikembangkan oleh berbagai pihak bisa diakses oleh kelompok usaha tersebut.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menuturkan penguatan basis data ini secara tidak langsung juga akan inklusivitas keuangan karena terbukanya pilihan-pilihan produk dan layanan keuangan bagi UMKM.
"Ini mengemuka dalam pertemuan 1st Plenary Meeting of Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI) yang diselenggarakan oleh Presidensi G20 Indonesia jalur keuangan guna membahas peran digitalisasi untuk meningkatkan inklusi keuangan dan pengembangan UMKM," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/2/2021).
Baca juga: Tips Pengajuan KUR bagi UMKM dari Credibook
Erwin mengungkapkan dalam diskusi mengenai pembiayaan UMKM, mengemuka usulan mengenai penggunaan kerangka analisis untuk layanan keuangan digital untuk memperkuat akses UMKM terhadap layanan keuangan digital.
Dalam pertemuan ini juga dibahas pentingnya identifikasi pendekatan dan metode yang paling efisien untuk melakukan harmonisasi data.
Erwin menyatakan, anggota GPFI sepakat bahwa harmonisasi data sangat penting untuk pengembangan inklusi keuangan digital.
Dalam pertemuan GPFI juga dibahas topik mengenai inklusi keuangan digital dan perlindungan konsumen dalam mendukung inklusi keuangan.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!