Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Cara Naikkan Tarif Kontrakan agar Tak Ditinggal Penyewa

Kompas.com - 03/06/2022, 17:09 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Angka inflasi yang tinggi menjadi salah satu ancaman perekonomian global saat ini, termasuk di Indonesia. Terjadinya kenaikan harga pada sejumlah barang, seperti kebutuhan pokok, tarif listrik, hingga sewa rumah sehingga menyumbang inflasi.

Bagi kamu pemilik kontrakan, pasti sedang bingung untuk menaikkan uang sewa. Di satu sisi, pasti akan menambah beban finansial penyewa. Namun di sisi lain, bisnis tetap harus memperhitungkan biaya operasional.

Memang berat untuk menyampaikan kenaikan uang sewa rumah. Tetapi kamu harus melakukannya, sehingga penyewa dapat memutuskan bakal diteruskan masa sewa atau mengakhirinya.

Begini cara agar penyewa tidak hengkang dari kontrakan milikmu meski uang sewa naik, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Jujur tentang masalah kenaikan

Naik atau tidaknya harga sewa pasti memiliki alasan. Sikapi dengan terbuka dan beritahukan alasannya kepada penyewa. Sikap jujur ini membuat penyewa merasa dihargai sebagai penghuni di rumah tersebut meskipun status mereka ‘menumpang’. Misalnya ada kenaikan tarif listrik dan air, iuran RT/RW, dan lainnya.

Sampaikan masalah kenaikan tarif sewa rumah ini secara langsung agar mereka dapat mengerti dan memahami kondisi tersebut. Sebab biasanya, pemberitahuan kenaikan uang sewa seringkali dilakukan mendadak dan hanya diumumkan melalui kertas yang ditempel di kontrakan.

“Uang sewa naik per 1 Juni 2022,” misalnya. Hal ini bisa saja membuat penyewa kecewa karena tidak dikabari sebelumnya, sehingga mereka belum mempersiapkan keuangan untuk pembayarannya. Maka dari itu, sebaiknya selalu diskusikan dengan penyewa untuk masalah kenaikan ini agar tidak terjadi kesalahpahaman.

2. Beritahu jumlah atau besaran kenaikan sewa

Selanjutnya memberitahu jumlah kenaikan sewa, baik untuk jangka waktu sewa bulanan maupun tahunan. Usahakan agar kenaikannya tidak terlalu signifikan dibanding bulan sebelumnya agar penyewa memperpanjang sewa. Artinya, besarannya masuk akal dan relevan dengan keadaan.

Jika kamu berniat atau berencana menaikkan uang sewa setiap tahun, beritahukan kepada penyewa. Dengan begitu, mereka bisa mempersiapkan uang untuk menghadapi kenaikan tersebut.

3. Waktu berlakunya harga sewa baru

Sah-sah saja kalau kamu ingin menaikkan harga sewa kontrakan, tetapi beritahu penyewa masa berlakunya tarif sewa yang baru. Pemberitahuan ini sebaiknya dilakukan satu atau dua bulan sebelumnya, jadi penyewa punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan keuangan.

Pemberlakuan harga sewa baru sebaiknya dilakukan di awal tahun atau semester baru. Jadi, perhitungannya pun menjadi mudah.

Baca Juga: 7 Risiko Bisnis Sepatu dan Cara Mengatasinya Agar Bisnis Sukses

4. Buat peraturan baru

Apakah kenaikan harga sewa baru juga diikuti dengan adanya peraturan baru? Jika peraturan masih sama, artinya kamu tidak perlu memusingkan apapun. Namun kalau ingin membuat penyewa semakin betah, apa salahnya melonggarkan satu aturan yang sebelumnya pernah dibuat.

Misalnya, tentang membawa hewan peliharaan. Kamu bisa membebaskan penyewa untuk memelihara hewan apapun asalkan menjaga kebersihan rumah kontrakan. Penyewa yang sejatinya penyuka hewan pasti akan mempertimbangkannya.

5. Menambah fasilitas sewa

Satu hal yang kurang disukai penyewa adalah kenaikan harga sewa yang tidak disertai dengan penambahan fasilitas atau meningkatkan layanan. Ada rasa rugi karena kenyamanan untuk tinggal tetap sama, padahal mereka mengeluarkan uang lebih banyak.

Sebagai pemilik rumah kontrakan, kamu perlu menambah satu atau dua fasilitas di rumah tersebut. Bukan hanya agar penyewa lama betah, tapi juga sebagai investasi untuk calon penyewa baru.

Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau