Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisnis Fesyen Bareng Bestie, Begini Aturan Mainnya

Kompas.com - 11/06/2022, 13:17 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis fesyen menjadi salah satu usaha yang cukup berkembang di Indonesia. Segmen pasar untuk bisnis ini sangat beragam, seolah tidak pernah sepi pembeli.

Di periode atau musim tertentu, seperti Ramadhan, Lebaran, dan Natal, pengusaha bisnis fesyen selalu kebanjiran order. Tak heran, banyak orang yang terjun menekuni bisnis tersebut, mungkin juga termasuk kamu.

Bisnis fesyen dapat dijalani sendiri maupun bersama teman atau sahabat. Berkolaborasi untuk menghasilkan produk fesyen berkualitas dan bernilai jual. Berikut tips jitu sukses membangun bisnis fesyen bareng bestie, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Bangun komunikasi yang sehat

Bisnis tidak akan selalu berjalan dengan mulus. Banyak masalah yang datang silih berganti, bahkan sejak bisnis tersebut mulai dijalankan sekalipun.

Semua adalah tantangan yang akan menjadi pelajaran untuk para pelaku bisnis. Jika kamu dan sahabat bisa melewati berbagai tantangan ini, maka bisnis akan bertumbuh dan berkembang dengan baik ke depannya.

Penting untuk selalu memiliki komunikasi yang baik sejak awal, agar berbagai urusan pekerjaan bisa terselesaikan dengan lancar. Komunikasi yang sehat juga akan membantu untuk mengatasi berbagai tantangan, bahkan yang tidak terduga sekalipun.

Gunakan cara berkomunikasi yang tepat, di mana kamu dan sahabat bisa saling memahami satu sama lain. Jika ada masalah atau kendala, biasakan untuk selalu berdiskusi untuk mencari solusi bersama. Saling terbuka dan jujur agar tidak ada dusta di antara kalian.

2. Punya selera yang sama

Setiap orang biasanya punya selera masing-masing terhadap fesyen. Jika sudah berkomitmen membangun bisnis bersama sahabat, sebaiknya satukan visi misi, termasuk selera dalam menjalankan bisnis fesyen.

Tidak ada lagi kata masing-masing agar bisnis yang kamu rintis bareng bestie tidak hancur berantakan. Kalaupun ada perbedaan terkait motif, corak, atau model, itu adalah hal lumrah karena menyatukan dua kepala menjadi satu tidak mudah.

Kuncinya ada di komunikasi. Selain itu, sebelumnya kamu bisa mengajak bisnis sahabat yang memang betul-betul memiliki selera yang sama. Dengan begitu, bisnis dapat berjalan seirama.

3. Berbagi peran

Meski sama-sama berstatus sebagai founder, tapi kamu dan sahabat tetap harus memiliki peran masing-masing. Misalnya, kamu mengurusi bagian keuangan dan marketing, sementara bestie kamu di bagian produksi dan pelayanan.

Penentuan peran sebaiknya sesuai dengan kemampuan dan passion masing-masing untuk memudahkan pelaksanaannya. Diskusikan hal ini sebaik mungkin untuk menghindari pengambilan peran yang salah.

Pastikan setiap orang menjalankan perannya dengan baik. Jika ada kendala di salah satunya, satu sama lain dapat memberikan saran, tanpa campur tangan berlebihan. Itulah yang dinamakan sikap profesional dalam berbisnis.

Baca Juga: Bisnis Bareng Suami? Ini Tipsnya agar Tetap Akur dan Langgeng

4. Punya konsep dan tujuan bisnis serupa

Bisnis yang ingin dilakoni bersama sahabat harus memiliki konsep yang jelas sejak awal. Produk fesyen apa yang akan dijual dan bagaimana produk tersebut akan dijual. Hal-hal seperti ini harus jelas sejak awal.

Konsep bisnis yang jelas akan sangat membantu untuk mempermudah setiap tahap kerja yang dilakukan di dalam bisnis fesyen. Selain itu, mempermudah pembagian tugas untuk masing-masing orang yang terlibat di dalam bisnis tersebut.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau