Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Dessy Prayogo, Wanita Muda Asal Malang Sukses Berbisnis hingga ke Bali

Kompas.com, 5 Juli 2022, 07:00 WIB
Nugraha Perdana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Nama Dessy Prayogo sebagai pengusaha muda memang belum terlalu dikenal oleh publik. Namun, siapa sangka, wanita yang baru berusia 29 tahun itu sudah sukses memiliki usaha di bidang fashion dan kuliner.

Dessy, sapaan akrabnya, awalnya pada tahun 2016 membuka usaha pertamanya yaitu berjualan pakaian wanita yang dipasarkan secara online.

Ide usaha itu berawal dari kegemarannya berbelanja pakaian yang membuat dirinya berpikir untuk mencari peluang yang ada.

"Saya memang suka fashion, kemudian tahun 2016 mencoba usaha pakaian, bertahap, kok semakin kesini malahan laku, ya bersyukur, sampai sekarang masih jalan," kata Dessy saat diwawancarai pada Jumat (1/7/2022).

Produk fashionnya diberi nama Lets Dress Up. Dessy hanya menggunakan media sosial Instagram untuk berjualan. Pakaian yang dijual berasal dari Amerika Serikat dengan menawarkan harga yang miring mulai dari ratusan ribu rupiah hingga kisaran Rp 1.000.000.

"Saya jual busana untuk wanita muda seperti gaun ke pesta, kemudian busana casual. Semua impor dari Amerika, memang barangnya jarang desainnya yang ada di Indonesia, tapi harganya miring," kata Dessy.

Keberaniannya membuka usaha fashion tidak terlepas dari pemikirannya soal wanita. Ia berpikir, karakter wanita saat ini cenderung untuk tak ingin menggunakan pakaian yang itu-itu saja.

Dessy percaya berjualan pakaian wanita tak akan pernah rugi asalkan memahami target pasar dari produk yang dijual.

"Karena cewek itu gampang bosen soal pakaian, perempuan kecenderungan enggak mau pakai pakaian yang itu-itu saja maka akan belanja mencari sesuatu yang baru. Target pasar saya untuk pakaian ini adalah wanita kelas menengah ke bawah," kata Dessy.

Wanita yang tinggal di Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kota Malang, Jawa Timur ini setiap bulannya bisa meraup omzet hingga puluhan juta rupiah. Saat ini, penjualan pakaiannya pun setiap bulan bisa laku mencapai ribuan buah.

Meski begitu, selama satu tahun awal pandemi Covid-19 2020, Dessy sempat berhenti berjualan karena adanya pembatasan pengiriman barang dari Amerika Serikat ke Indonesia.

"Enggak tahu kenapa awal pandemi itu, ambil barang dari Amerika susah banget jadi kita selama satu tahun tutup. Tapi kemudian buka lagi, sekarang saya ada dua pegawai yang mengurus usaha pakaian," katanya.

Sukses dengan usaha fashion, Dessy berani mengembangkan usaha di bidang lainnya yakni kuliner. Pada Juli 2021 lalu, dia bergabung sebagai franchise dari Teras Japan Yakiniku BBQ di Bali tepatnya di Jalan Tukad Barito No. 99x, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Wilayah Bali dipilihnya, karena dinilai memiliki peluang yang besar untuk mencari konsumen atau pelanggan dibandingkan dengan daerah lainnya. Menurutnya daya tarik para pemuda di Bali untuk mencari suatu kuliner yang baru masih tinggi.

Selain itu, konsep dari usaha tersebut mengusung kaki lima atau angkringan sehingga dinilainya sangat strategis bagi pembeli dan tak merogoh kocek yang banyak. Meskipun kondisi pariwisata di Bali secara umum sempat mati suri, tetapi usahanya itu tak terpengaruh.

Halaman:

Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau