Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Punya Cita Rasa Unik, Kopi asal Bengkulu Sangat Digemari Orang Malaysia

Kompas.com, 22 Juli 2022, 10:00 WIB
Firmansyah,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

BENGKULU, KOMPAS.com - Kopi asal Bengkulu sangat digemari oleh warga Malaysia. Hal tersebut disampaikan oleh Pemilik outlet Bencoolen Coffee, Mohammad Fazlin.

Bencoolen Coffee merupakan kafe kopi yang sudah berdiri di Malaysia. Ada total empat Bencoolen Coffee yang hadir di Malaysia.

Fazlin mengatakan, Bencoolen Coffee menyediakan kopi asal Bengkulu jenis Fine Robusta. Fazlin mengakui, kopi asal Bengkulu sangat unik dan memiliki cita rasa tinggi sehingga sangat digemari warga Malaysia.

"Kami berencana ingin menambah kembali outlet kopi Bengkulu di Malaysia, untuk itu kami ingin bertemu gubernur Bengkulu guna mendapatkan support untuk program selanjutnya," ujar Fazlin setelah audiensi dengan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di Balai Raya Semarak Bengkulu beberapa waktu lalu.

Dari empat kafe Bencoolen Coffee yang didirikan tersebut, ia mengaku mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah. Keuntungan tersebut didapatkan dengan menjual kopi asal Bengkulu berupa minuman maupun bubuk kopi.

"Kami berharap Kopi Bengkulu ini dapat terus dikembangkan dan target kami di tahun 2023 nanti telah berdiri 14 outlet Kopi Bengkulu di berbagai wilayah di Malaysia," sebut Fazlin, yang merupakan warga asli Malaysia.

Fazlin mengatakan, outlet Bencoolen Coffee berdiri kali pertama pada tahun 2019. Saat itu, pendirian Bencoolen Coffee itu ditandai dengan perjanjian kerjasama antara dirinya dengan pengusaha kopi di Indonesia.

Untuk mempromosikan berbagai produk asli dari Bengkulu, Fazlin bersama rekan-rekannya telah membentuk grup perusahaan.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyatakan, akan terus mendukung usaha kopi asal Bengkulu tersebut.

"Kita memang berencana untuk terus mengembangkan Kopi Bengkulu di negeri tetangga kita Malaysia," tutur Rohidin

Menurutnya, dengan berkembangnya usaha kopi Bengkulu di negara lain dapat mengangkat citra kopi asli Bengkulu.

"Target kita, ini dapat menjadi pintu promosi barang daerah dalam menjual produk daerah," ujar Rohidin.

Rohidin mengatakan pihaknya memastikan ketersediaan bahan baku yang memliki standar kualitas serta ketersediaan sumber daya manusia yang profesional dalam pengolahan kopi.

"Kita sama-sama promosikan, karena kerjasama seperti ini sangat penting antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha yang ada di Malaysia," sebut Rohidin.

"Sekali lagi ini menjadi semangat baru untuk mengembangkan komoditas Bengkulu dalam konteks pendekatan pasar yang lebih riil," pungkasnya.


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau