Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Ampuh Memulai Bisnis di saat Keluarga Tak Mendukung

Kompas.com, 16 Agustus 2022, 10:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi wirausaha bagi sebagian orang bukan pilihan yang tepat. Ada sebagian orang yang menganggap pendapatan seorang wirausaha tak menentu bahkan seringkali malah merugi.

Wirausaha jelas berbeda dengan karyawan. Karyawan baik di sektor negeri maupun swasta memiliki pendapatan yang tetap bahkan bisa naik setiap tahunnya.

Seringkali keputusan menjadi wirausaha tak didukung oleh keluarga. Padahal, dukungan dari pihak keluarga seperti orangtua dan pasangan dapat memberikan saran positif dan kritik yang membangun. 

Banyaknya dukungan yang diperoleh nantinya akan membuat motivasi kuat dalam diri untuk mencapai kesuksesan. Lalu bagaimana cara memulai usaha tanpa dukungan keluarga?

Berikut tips-tipsnya dirangkum dari cermati.com.

1. Berikan keluarga pengertian

Tak dipungkiri masih ada pandangan wirausaha erat dengan risiko rugi dan tak menentu. Biasanya akan sulit memberikan pengertian kepada keluargaa yang sudah memiliki mindset tersebut. 

Apalagi, masih ada pemikiran konservatif terkait wirausaha yang tak memberikan jaminan masa depan seperti karyawan. Hal tersebut muncul lantaran kemungkinan karyawan memberikan gaji yang pasti dan tunjangan hari tua. 

Jika menghadapi situasi tersebut, jangan patah semangat. Berilah pengertian kepada keluarga bahwa banyak orang yang sukses bahkan memiliki gaji yang lebih besar dari usaha.

Sampaikan pengertian tersebut dengan penuh optimistis dan bahasa yang baik terkait konsep bisnis yang jelas atau rencana matang. Jika masih ditentang, jangan menyerah untuk memberikan mereka pengertian.

Jika terus menerus dipengaruhi dan dihadapi dengan kesabaran dan ketulusan, maka ketidakpercayaan keluarga soal potensi wirausaha akan luluh.

2. Tunjukkan kesungguhan

Jika sudah bertekad untuk berbisnis, lakukan dengan penuh keyakinan. Tunjukkan kesungguhanmu ketika menjalankan usaha. 

Jika ada halangan dan rintangan seperti penjualan sepi di bulan dan tahun pertama, teruslah bekerja. Buktikan perjuangan untuk meningkatkan penjualan untuk mematahkan semua anggapan "nyinyir" dari keluarga.

Jadikanlah setiap halangan dan rintangan sebagai pemacu untuk lebih serius mengubah keadaan bisnis yang sedang anjlok. Buktikan ke semua orang termasuk keluarga yang meremehkan dan tidak mendukung bahwa kesuksesan akan bisa diraih. 

3. Kreatif dan inovatif

Cobalah untuk terus berpikir kreatif dan inovatif saat menjalankan bisnis. Jika produk kalah saing dengan kompetitor lantaran tak memiliki keunikan atau keunggulan, maka segeralah putar otak.

Cobalah berpikir out of the box, lakukan riset untuk menciptakan atau membuat produk maupun layanan yang mempunyai nilai tambah. Jika kompetitor hanya fokus pada layanan offline, cobalah rambah layanan online.

Dengan begitu, pelanggan akan pindah menggunakan atau membeli produk karena lebih mudah, praktis, dan cepat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau