Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Sukses Mengelola Kebun Kopi dan Mengolah Biji Kopi

Kompas.com, 16 September 2022, 19:00 WIB
Bayu Apriliano,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com - Kabupaten Purworejo Jawa Tengah mempunyai lahan perkebunan kopi yang cukup luas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2020, luas perkebunan kopi di Purworejo adalah 529 hektare.

Ratusan hektar lahan perkebunan kopi tersebut dapat menghasilkan produksi mencapai 171 ton setiap tahunnya. Dengan banyaknya kopi yang dihasilkan, Kabupaten Purworejo memiliki beberapa produk kopi yang sudah banyak terkenal seperti Kopi Gravitasi, Kopi Wadas, Kopi Benowo, Kopi Purbayan, Kopi Seplawan dan lainnya.

Banyaknya produk kopi yang dihasilkan tak terlepas dari pertanian kopi yang ada di Kabupaten Purworejo. Untuk itu pengembangan dan pengintensifkan pertanian kopi dirasa perlu untuk dilakukan.

Pengembangan dan pengintensifan lahan kopi inilah yang memantik DPR RI Vita Ervina untuk membantu petani dengan menyelenggarakan Bimtek Peningkatan Produktivitas Tanaman Kopi dan Teknik Pengolahan Kopi di gedung Ganesha Convention Hall Purworejo, pada Kamis 15 September 2022.

Sebanyak 80-an perwakilan kelompok tani dari sembilan kecamatan yaitu Kaligesing, Bagelen, Pituruh, Loano, Bruno, Gebang, Bener, Purworejo, dan Kemiri, mengikuti bimbingan teknis ini. Selain mengikuti Bimtek para petani juga akan diberikan bantuan intensifikasi dan pengolahan produk kopi.

"Dengan ini petani mampu meningkatkan produktivitasnya dan secara ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan," harap Vita.

Dalam bimbingan teknis tersebut, para narasumber beberapa tips yang harus dilakukan petani untuk meningkatkan produktivitas kopi. Berikut tipsnya.

Peningkatan Produktivitas Kebun Kopi

1. Intensifikasi Tanaman Kopi

Intensifikasi tanaman kopi berarti meningkatkan pemeliharaan dan perawatan terhadap tanaman kopi yang sedang dibudidayakan oleh petani.

Hal itu bisa dilakukan dengan pemupukan memakai pupuk kadang, pemberantasan hama dan penyakit dengan efektif.

2. Rehabilitasi Tanaman Kopi

Rehabilitasi ini dilakukan dengan cara melakukan perbaikan tanaman kopi dari yang semula rendah diubah ke minimal menjadi normal kembali. Rehabilitasi dapat dilakukan dengan dipangkas mulai dari bagian cabang sampai dengan batang.

3. Perencanaan Tanaman Kopi

Peremajaan ini dilakukan untuk meningkatoan hasil panen tanaman kopi, peremajaan bisa dikerjakan dengan penggantian tanaman dengan bibit baru.

Semakin tua tanaman kopi, tumbuhan ini semakin tak produktif lagi.

4. Memilih Bibit Kopi Unggulan

Saat ini bibit kopi dari bibit unggulan terbukti memiliki tingkat produktivitas yang jauh lebih tinggi meski harganya lebih mahal.

"Kebutuhan masyarakat akan kopi yang semakin hari makin meningkat, ini menjadi peluang besar khususnya bagi UMKM Kopi dan para petani untuk mengembangkan kopi hasil dari perkebubannya sendiri," ujar Jayadi.

Pengolahan Biji Kopi

Sementara itu, Kusnul Wahyu yang menjadi pemateri kedua membagikan ilmunya bagaimana teknik pengolahan kopi yang baik untuk mengembangkan UMKM Kopi.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau