Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KemenKopUKM Siapkan SDM Koperasi Unggul untuk Program Minyak Makan Merah dan SPBU Nelayan

Kompas.com, 23 November 2022, 20:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

DELI SERDANG, KOMPAS.com - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) melalui Deputi Bidang Perkoperasian melakukan pelatihan tata kelola koperasi modern di Sumatra Utara.

Pelatihan tersebut dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) untuk koperasi sawit peserta Program Minyak Makan Merah serta koperasi nelayan peserta Program Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN).

Asisten Deputi Bidang Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional, KemenKopUKM Nasrun Siagian mengatakan kegiatan pelatihan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan dan memperkuat kualitas dan kompetensi SDM koperasi pengelolaan Pabrik Minyak Makan Merah dan SPBUN.

"Pelatihan ini juga dilakukan untuk memodernisasi koperasi lainnya dalam mewujudkan korporatisasi petani dan nelayan di wilayah Sumatra Utara," ucap Nasrun dalam acara Pelatihan Tata Kelola Koperasi Modern bagi Pengurus, Pengelola Koperasi Sawit dan Nelayan di Sumatra Utara, Selasa (22/11/2022) dalam siaran pers.

Nasrun menambahkan, permasalahan umum koperasi saat ini adalah masih berkutat pada lemahnya SDM, kelembagaan, tata kelola koperasi, permodalan, akses pemasaran, dan teknologi.

Hal ini tentu membuat pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, agar SDM, kelembagaan, dan tata kelola koperasi meningkat layaknya perusahaan koperasi atau korporatisasi koperasi.

"Pelaku koperasi sawit dan koperasi nelayan yang dijadikan Piloting Project Pengelolaan Pabrik Minyak Makan Merah dan SPBUN, menjadi tempat praktik dan tempat implementasi pengetahuan yang didapat di ruang kelas pelatihan. Selepas pelatihan ini mereka harus mampu menunjukkan perubahan yang signifikan berkaitan dengan tata kelola dan bisnis koperasi, sehingga ada promosi bisnis anggota dan peningkatan pendapatan petani sawit dan nelayan menjadi semakin baik," ucap Nasrun.

Nasrun juga mengingatkan, terdapat teori ketergantungan atau Hukum Rostow pada sektor pertanian. Dalam teori ini, ketergantungan dibangun oleh pemodal atau kapitalis yang mengakibatkan tidak sedikit petani sawit dan nelayan yang terperangkap.

"Petani dan nelayan terikat pada tengkulak, sehingga petani dan nelayan hanya sebagai objek atau pelengkap penderita, yang menikmati margin keuntungan adalah para tengkulak. Hal ini semua disadari dan dipahami para petani dan nelayan, namun apa daya sudah masuk perangkap dan terjerat," ucapnya.

Untuk keluar dari kondisi tersebut, alternatif solusi yang dapat dilakukan adalah memperkuat gerakan ekonomi kerakyatan, kekeluargaan, dan gotong royong yakni dengan berkoperasi.

Nasrun menyampaikan, membangun koperasi memang penuh perjuangan, tantangan, hambatan, baik dari luar dan dalam, karena gerakan ekonomi kerakyatan akan berkompetisi dengan pelaku ekonomi lainnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi informasi. Menurutnya, koperasi harus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi yang akan sangat membantu dalam administrasi, pencatatan transaksi keuangan (akutansi) dan laporan keuangan, akses pembiayaan, pemasaran, dan lainnya.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, bahwa salah satu modernisasi koperasi masuk dalam ekosistem digital," ucap Nasrun.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Deli Serdang Rabiatul Adawiyah Lubis mengapresiasi KemenKopUKM yang telah mengadakan pelatihan ini.

Menurutnya, hal ini akan memberikan dampak yang baik untuk koperasi sekaligus meningkatkan kualiatas SDM perkoperasian dalam rangka mempersiapkan Pabrik Pengelolaan Minyak Makan Merah dan SPBUN Nelayan di Deli Serdang.

"Rata-rata kelemahan koperasi adalah dalam bidang pengelolaan dan managemen keuangan. Kami selalu berpesan kepada para pengurus dan anggota koperasi yang mejadi binaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang agar tidak merasa seperti pemeran tambahan dalam lingkaran bisnis yang ada di tengah masyarakat, tetapi usahakanlah menjadi pemeran utama di dalamnya," ucap Rabiatul Adawiyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Lewat Perdagangan-Pendidikan, Lembaga Ini Bantu Perluas Konektivitas RI-China
Jagoan Lokal
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
IPB University Raih Predikat Inkubator Bisnis Grade A dari Kementerian UMKM
Program
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Hujan Deras, Ini Panduan Cuci Sepatu Putih Bahan Kanvas dan Kulit
Training
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Menelaah Pajak UMKM Versi Baru
Program
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Indonesia Eximbank Bukukan Laba Bersih Rp77 Miliar pada Triwulan I 2026
Program
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Perusahaan AI Indonesia Tembus Pasar AS melalui Kolaborasi dengan Crawford Software
Jagoan Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Fabriku Hadirkan Kain Berkualitas untuk Brand Lokal
Jagoan Lokal
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia
Program
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Menghindari Salah Arah Alokasi Dana Desa untuk KDMP
Program
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau