Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Selalu Dapat Ribuan Pesanan Hampers, Ini Strategi Mamasan Co pada Bulan Ramadhan

Kompas.com - 26/03/2024, 20:25 WIB
Ester Claudia Pricilia,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan selalu menjadi waktu yang istimewa bagi banyak orang. Momen Ramadhan merupakan momen berbagi kepada sesama. Di tengah semangat berbagi itu, meningkatlah peluang bisnis hampers.

Mamasan Co, sebuah usaha yang spesialis dalam penyediaan hampers, suvenir, atau parsel berisi peralatan rumah tangga (homewares) memanfaatkan peluang bisnis yang besar. Setiap tahunnya, mereka berhasil menerima ribuan pesanan hampers untuk menyambut bulan suci ini.

Baca juga: Cerita Syanty Bisnis Hampers, Padukan Produk Homewares dan Kue Kering

Syanty Yunita (45), selaku owner Mamasan Co mempunyai cara atau strateginya sendiri. Berikut adalah beberapa strategi yang diterapkan.

1. Persiapan dari 6-7 Bulan Sebelum Ramadhan

Untuk mempersiapkan produk dengan tema Ramadhan, tidak memakan waktu yang sebentar. Syanty mengaku telah memikirkan konsep, desain, dan packaging sejak 6-7 bulan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Setelah menemukan ide dan konsep yang pas, Syanty juga akan menyicil produksi Mamasan Co. Jadi saat bulan Ramadhan tiba dan ada pesanan yang masuk dan dengan jumlah banyak, Mamasan Co akan siap.

2. Desain, Konsep, dan Packaging

Syanty telah berkomitmen untuk terus berinovasi. Setiap musim, menggunakan desain dan packaging yang berbeda tergantung konsepnya, apakah itu Ramadhan, Natal, dan Imlek.

Hal ini karena yang dijual Mamasan Co selalu barang yang sama yaitu peralatan-peralatan rumah tangga. Jadi untuk membuatnya berbeda, ia harus menggunakan konsep dan packaging yang berbeda.

Setiap tahunnya, kamu tidak akan menemukan kesamaan konsep dan packaging dari hampers Mamasan Co. Misal hampers Ramadhan tahun lalu tidak sama dengan Ramadhan tahun ini.

3. Merekrut Tenaga Kerja Baru

Salah satu permasalahan yang sering Mamasan Co temui saat bulan Ramadhan adalah permasalahan tenaga kerja. Syanty mengaku selalu berusaha improve dan mempelajari kesalahan-kesalahan tahun sebelumnya.

Untuk momen-momen seperti Natal, Imlek, dan Ramadhan, Syanty pasti akan merekrut tenaga kerja lagi. Ia mengatakan bahwa pesanan yang masuk selalu ribuan, ketika produknya sudah siap. Namun, kurang tenaga kerja.

Maka ia pernah juga menutup tokonya. Untuk menghindari hal itu, ia akan merekrut tenaga kerja lagi.

Baca juga: 5 Ide Bisnis Hampers Jelang Lebaran yang Cocok Dicoba

4. Mengikuti Bazar Ramadhan

Tahun ini merupakan tahun kedua Syanty menjadi peserta booth special Ramadhan di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Ia mengaku diajak oleh pihak Grand Indonesia.

Hal ini ia lakukan agar dapat bertemu dengan buyer-buyer yang lebih luas lagi. Mengikuti stand atau bazar seperti ini merupakan cara yang efektif agar meningkatkan pesanan dan omzet.

Selamat mencoba!

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

LPEI Salurkan Pembiayaan Rp 524 Miliar untuk Perkuat Ekspor Alat Kesehatan RI

Program
25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

25 Penyandang Disabilitas di Malang Raya Rajut Asa dengan Jalankan Bisnis

Jagoan Lokal
Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Tinggalkan Gaji 40 Juta Per Bulan, Kini Doni Sukses Berbisnis Madu Berkat Pemasaran Daring

Jagoan Lokal
Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jatuh Bangun Bayu Rintis Bisnis, Hingga Tembus Pasar Ekspor Berkat Digitalisasi

Jagoan Lokal
Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Pesanan Pembuatan Parsel di Kota Malang Meningkat Selama Ramadhan

Training
Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Kata Oma, Telur Gabus Olahan Ibu yang Kini Mendunia

Jagoan Lokal
Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Kisah Dua Mantan Pengikut Kelompok Radikal yang Memilih Belajar Beternak Kambing

Jagoan Lokal
UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

UKM Bisa Kelola Tambang, Kadin: Kalau Berhasil Manfaatnya Dirasakan Semua

Program
Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Astra Dorong Perekonomian NTT Lewat Pemberdayaan UMKM Kopi dan Kakao

Program
Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Si Emas Hijau dari Desa Loha, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat

Jagoan Lokal
Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Menteri Ekraf Tinjau 300 Emak-Emak di Kota Malang Belajar E-Commerce

Program
Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Kembangkan Potensi Ekonomi NTT, YDBA Beri Pendampingan bagi Petani Vanili dan Mete

Program
BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

BNI Jejak Kopi Khatulistiwa Dukung Kopi Garut Swasembada Pangan dan Go Global

Program
TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

TikTok Latih 600 UMKM Indonesia untuk Hasilkan Konten menarik

Program
DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

DPMA IPB Gali Potensi Ekonomi di Desa Sejahtera Astra Tegal dan Pemalang

Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau