Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ira Mencapai Kemandirian Ekonomi melalui Keripik Pelepah Pisang

Kompas.com, 1 Agustus 2024, 10:35 WIB
Imron Hakiki,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

MALANG, KOMPAS.com - Bagi kebanyakan orang menganggap remeh pelapah pisang. Namun, berbeda Ika Wulandari (35).

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah asal Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang itu menyulap pelepah pisang menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, dengan cara diproduksi menjadi keripik.

Keripik olahannya itu, kini banyak diminati oleh beberapa kalangan dari berbagai daerah, seperti Bali dan Kalimantan. Pelanggannya dari kedua daerah itu bisa memesan keripik yang diberi nama 'Keripik Pelepah Pisang Naziky' itu setiap bulan, bahkan bisa 2 pekan sekali.

Baca juga: Saat Kemarau, Ini Strategi Pisang Goreng Bu Nanik Hadapi Tantangan Tak Adanya Bahan Baku

Saat Kompas.com mendatangi rumah Ika yang juga dijadikan tempat pengolahan keripik pelepah pisang itu, ia sedang sibuk mengiris setiap lapisan pelepah pisang.

Setelah mengiris setiap lapisan dengan ukuran 5 centimeter persegi serta dengan ketebalan kurang lebih 3-4 milimeter, pelepah pisang irisan itu kemudian direndam dalam air garam.

Butuh waktu sekitar 3 jam untuk merendam irisan pelepah pisang itu sebelum diangkat dan dicuci dengan air bersih.

"Usai dicuci, irisan pelepah pisang ini kemudian dimasukkan dalam adonan tepung terigu dan tepung beras yang dicampur dengan bawang bubuk dan penyedap rasa," ungkap Ika saat ditemui, Rabu (31/7/2024).

Selesai diaduk secara halus di dalam adonan tepung dam bumbu instan itu, irisan pelepah pisang itu diayak, supaya tepungnya tidak terlalu tebal.

"Setelah itu baru digoreng, dengan api sedang sampai matang, selama sekitar 10 centimeter," jelasnya.

Baca juga: Kunjungi Pesantren di Malang, Sadiaga Uno Dorong Santri Jadi Pemain Ekonomi

Kemudian keripik yang sudah matang itu dimasukkan ke dalam mesin spinner, agar sisa minyak yang ada luntur semua, dan manfaatnya bisa membuat keripik tidak mudah tengik, sehingga masa kadaluarsanya akan lebih lama.

"Setelah itu keripik siap dimakan dan dikemasi untuk didistribusikan ke pembeli," tuturnya.

Namun, Ika menggarisbawahi bahwa tidak semua jenis pelepah pisang bisa dijadikan sebagai keripik. Menurutnya hanya ada dua jenis pelepah pisang yang bisa diolah menjadi keripik, yakni pelepah pisang klutuk atau Pisang Batu (Musa Balbisiana) dan Pisang Kepok.

"Kalau pisang yang lain, sudah saya ujicoba. Namun hasilnya tidak maksimal. Ada yang rasanya tidak asam hingga bisa menimbulkan efeksamping bagi tubuh, seperti sakit perut," urainya.

Berkreasi Secara Otodidak

Ika mulai berkreasi membuat kreasi keripik sejak sekitar 2017 lalu. Ia mempunyai ide untuk mengolah pelepah pisang sebagai keripik itu bermula saat neneknya minta dibuatkan lauk pauk dari pelepah pisang tersebut.

"Awalnya saya tidak tahu cara mengolah pelepah pisang menjadi lauk pauk. Kemudian diajari oleh nenek," katanya.

Baca juga: Cerita Wiji Astutik, Bisnis Keripik Pisang sampai Tembus Ekspor ke Malaysia

Sejak itu, ia mulai berinovasi bagaimana jadinya jika pelepah pisang itu dijadikan olahan makanan ringan. Alhasil, ia mencoba membuat keripik dengan bumbu-bumbu berdasarkan inisiatifnya sendiri.

"Setelah melalui beberapa ujicoba, akhirnya ia berhasil membuat keripik pelepah pisang," tuturnya.

Kreativitas Ika itulah yang memandirikan ekonomi Ika dan keluarganya. Keripik Pelepah Pisang Naziky sudah banyak diminati warga Malang Raya, bahkan mulai merambah pasar Kalimantan dan Bali.

"Promosinya saya melalui media sosial serta juga aktif mengikuti pameran UMKM melalui komunitas Ecopaca (Enterpreneur Comunity of Pagelaran," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau