Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Ide Bisnis Menjanjikan dan Belum Banyak Pesaing

Kompas.com, 27 Maret 2022, 11:30 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Mau bisnis, tetapi melihat banyak saingan, jadi maju mundur. Makanya, coba bisnis yang berbeda.

Bisnis yang sekiranya masih sedikit kompetitornya, bahkan sama sekali belum ada di Indonesia, sehingga kamu yang menjadi pionir.

Kalau jeli melihat peluang pasar, pasti kamu akan menemukan ide bisnis yang menarik dan unik. Ide bisnis yang mungkin tidak pernah terpikirkan banyak orang.

Ide bisnis yang bisa dieksekusi dengan baik dan benar akan mendatangkan keuntungan besar. Viral di mana-mana, dan pasti ada yang meniru model bisnismu.

Berikut ide bisnis menjanjikan dan masih langka, seperti dikutip dari Cermati.com:

1. Bisnis jasa konsultasi tanaman atau pertanian

Kamu seorang sarjana pertanian atau ahli botani? Coba bantu pemilik tanaman maupun petani di Indonesia menjaga sayuran dan tanaman mereka agar tumbuh subur serta mendapatkan hasil maksimal.

Kamu dapat membuka bisnis jasa konsultasi tanaman ataupun sejenisnya. Selain mendapatkan pundi-pundi uang, bisnis kamu ini secara tidak langsung membantu program pemerintah dalam upaya pemberdayaan di sektor pertanian.

2. Bisnis jasa pelampiasan amarah

Di luar negeri, bisnis jasa pelampiasan amarah sudah menjamur. Tetapi di Indonesia, baru segelintir. Bisa dihitung pakai jari jumlahnya.

Peluang bagus untukmu merambah bisnis ini. Modalnya hanya menyediakan ruangan khusus dengan beberapa barang bekas atau tidak terpakai untuk menyalurkan segala bentuk amarah atau stres konsumen.

Jadi, tidak harus jauh-jauh pergi dan lari ke hutan, lalu berteriak untuk menyalurkan kekesalan dan kemarahan. Tinggal datang saja ke tempat khusus yang disebut anger room, kemudian lampiaskan.

3. Bisnis toko roti hewan peliharaan

Biasanya jualan roti cuma untuk manusia, coba lirik bisnis toko roti untuk hewan peliharaan, seperti anjing, kucing, dan lainnya. Hewan-hewan ini juga butuh makanan bernutrisi.

Berbekal pengetahuan tentang nutrisi hewan peliharaan atau mungkin kamu seorang dokter hewan, bisnis ini sangat menjanjikan. Menyediakan makanan hewan peliharaan yang diracik secara khusus menggunakan bahan-bahan yang disukai hewan.

Bisnis tersebut bisa dimulai dari dapur rumahmu. Berjualan secara offline di depan rumah dan online melalui e-commerce ataupun media sosial. Prospek bisnis dan potensi penghasilannya sangat besar karena mampu menghasilkan jutaan rupiah setiap bulan.

Baca Juga: Mengenal Layanan Jasa Digital Marketing dan Jenisnya

4. Bisnis jasa fotografi dari udara

Permintaan pemotretan dari udara, seperti menggunakan drone semakin meningkat. Contohnya untuk foto prewedding, maupun acara atau proyek lainnya.

Harga drone saat ini berkisar mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. Jika sudah memiliki drone dan jago menerbangkannya, ide bisnis fotografi udara sudah bisa dijalankan.

Kamu dapat melayani jasa foto untuk klien pengembang atau developer, pasangan yang akan menikah, ataupun produser film dan musik untuk pembuatan film dan video klip.

Tetapi ingat, ada aturan yang wajib kamu pelajari, pahami, dan taati untuk menerbangkan drone di wilayah Indonesia. Jika tidak, denda dan pidana menanti.

5. Bisnis warung game online berjalan

Anak muda zaman now main game online di warung internet alias warnet. Dari sini, kamu bisa memikirkan ide menarik, yakni menjajal bisnis warung game online berjalan.

Tempat warung game online bukan lagi di rumah atau bangunan ruko, tetapi di dalam truk. Truk yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, sehingga bisa berjalan mobile atau keliling dan melayani para gamer dari semua usia.

Peluang bisnis menjanjikan yang berpotensi memberikan peningkatan keuntungan di masa yang akan datang. Hal ini seiring dengan tingginya jumlah gamers di Indonesia.

Berdasarkan data EVOS Esports, organisasi Esport Asia Tenggara, dari total 274,5 juta gamers di ASEAN pada 2021, sekitar 43% berasal dari Indonesia. Sangat menggiurkan bukan?

Pilih Ide Bisnis yang Tepat

Memilih ide bisnis yang tepat memang tidak mudah, tetapi kamu dapat menyeleksinya sehingga mendapatkan satu yang terbaik. Bisnis yang memang sesuai dengan keinginan, passion, yang menjadi keahlian dan keterampilan, serta yang kamu sukai dan ingin kamu pelajari.

Dengan begitu, ketika menjalankan bisnis tersebut, kamu akan melakoninya dengan semangat, sepenuh hati, nyaman, dan motivasi sangat tinggi untuk memajukannya. Kalau gagal, ingat lagi tujuan dari bisnis, sehingga tidak akan mudah menyerah.

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
'TKTD' untuk Wirausaha Disabilitas
"TKTD" untuk Wirausaha Disabilitas
Program
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Dapat Bantuan Alat Modern, Perajin Patung dan Miniatur di Kota Malang Kebanjiran Pesanan
Program
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
LPDB Salurkan Pembiayaan ke KDKMP Sidomulyo Jember untuk Dukung Ekspor Kopi
Program
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau