Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menembus Pasar Ekspor, Pelaku UMKM Wajib Tahu!

Kompas.com, 30 Mei 2022, 17:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), menembus pasar ekspor adalah salah satu impian yang ingin diraih. Dengan menembus pasar ekspor, produk yang dijual pelaku UMKM bisa dinikmati oleh konsumen-konsumen di negara lain.

Menembus pasar ekspor pun juga bisa berpengaruh kepada laba yang diraih. Ada peluang pelaku UMKM untuk meraup laba yang besar jika produk yang dijual bisa menembus pasar ekspor.

Peluang untuk menembus pasar ekspor pun masih terbuka. Hal ini mesti dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM.

“Indonesia masih ada peluang ekspor ke beberapa negara. Beberapa produk makanan minuman ekspor meningkat,” kata Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan, Heryono Hadi Prasetyo atau yang lebih akrab disapa Noly seperti dikutip dari laman Kementerian Perdagangan.

Baca juga: Produk Kerajinan Bambu dari Lulusan SMA di Lebak Tembus Pasar Ekspor Belanda

Noly mengatakan, pemulihan ekonomi dirasakan membaik oleh beberapa negara. Peluang ekspor pasca-pandemi Covid-19 bisa dimanfaatkan.

"Selain itu kinerja ekspor di tahun 2021 mencetak rekor tertinggi mencapai USD 231,54 miliar," tambah Nolly.

Lalu bagaimana cara menembus pasar ekspor? Nolly menyebutkan, langkah awal yang mesti dilakukan pelaku UMKM yakni dengan menetapkan produk andalan dan negara tujuan ekspornya.

UMKM dapat melakukan riset pasar ekspor, adaptasi produk dan mencari informasi ketentuan di dalam negeri dan persyaratan di negara tujuan ekspor.

"Selanjutnya, UMKM hendaknya memanfaatkan dukungan dari pemerintah, asosiasi dan BUMN serta perwakilan dagang Indonesia di luar negeri," tambah Nolly.

Baca juga: Produk Unggulan Ekspor Indonesia, Apa Saja?

Nolly menyarankan, pelaku UMKM untuk memanfaatkan internet dengan melakukan digital, pemasaran di berbagai website maupun media sosial. Pelaku UMKM juga sebaiknya mengikuti program peningkatan SDM ekspor berupa pelatihan dan pendampingan ekspor maupun berbagai webinar.

UMKM juga harus mempelajari dan menyiapkan bahan untuk korespondensi bisnis.

“Strategi kelima adalah dengan mengikuti kegiatan promosi baik kegiatan pameran di dalam maupun luar negeri atau melalui virtual exhibition. UMKM juga harus sering mengikuti Business Matching,” kata Nolly.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau