Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berkah Kebumen International Expo, Pelaku UMKM Mengaku Omzetnya Meningkat

Kompas.com, 3 Juli 2022, 11:00 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Editor

KEBUMEN, KOMPAS.com - Kebumen International Expo (KIE) membawa berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pasalnya, para pelaku UMKM ini mengalami kenaikan omzet yang signifikan selama KIE digelar.

Sejak dipindah sementara dari Alun-alun Kebumen ke Jalan Seokarno Hatta ratusan pelaku UMKM ini ramai dikunjungi pembeli. Ramainya pembeli dikarenakan masyarakat yang akan masuk ke lokasi KIE melewati jalan tersebut.

Baca juga: Kebumen International Expo 2022 Terobosan untuk Gairahkan Perekonomian Daerah

Salah satunya Satibi (60), warga Kebumen yang sebelumnya berjualan nasi goreng di depan Masjid Agung Kauman Kebumen. Ia mengaku kenaikan omzetnya mencapai 50 persen saat adanya KIE yang digelar selama seminggu ini.

Ia mengaku lokasi berjualannya saat ini di Jalan Soekarno-Hatta sangat strategis, karena dilewati banyak pengunjung KIE siang dan malam.

"Selama ada KIE kita berjualan sementara di Jalan Soekarno Hatta, alhamdulillah ada tambahan penghasilan, jadi lebih ramai," ujar Satibi saat ditemui Kompas.com di kedai warungnya pada Sabtu (2/7/2022).

Lapak-lapak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kebumen International Expo, Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu (2/7/2022) malam.KOMPAS.com / BAYU APRILIANO Lapak-lapak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kebumen International Expo, Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu (2/7/2022) malam.

Satibi jualan nasi goreng mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 00.00 WIB dibantu oleh istrinya. Penjualannya pun kerap habis sebelum waktunya pulang. Biasanya saat di depan Masjid Kauman Kebumen ia mendapat omset rata-rata Rp 400.000 per harinya.

"Kalau sekarang untung bersih rata-rata Rp 300.000 sampai Rp 400.000 tiap harinya. Alhamdulillah sering habisnya," ucap Satibi.

Dengan penghasilannya saat ini ia sangat bersyukur dan berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin. Ia menyebut pandemi telah menghantam para pelaku UMKM dan sekarang waktunya UMKM bangkit dari keterpurukan.

Baca juga: BNI Bawa UMKM Makanan-Minuman ke Food Expo Tokyo

Hal yang sama juga dialami Yuwanita (50), warga Kebumen yang tinggal di Kemitir ini mengaku Selama KIE, pedagang Warung Kopi (Warkop) kebanjiran rezeki. Pasalnya penjualannya semakin laris karena banyaknya pengunjung yang datang ke KIE.

"Ya alhamdulillah banyak pembelinya, saya jualan kopi sama jajanan, kalau dalam sehari omsetnya bisa sampai Rp200.000 sampai mentok Rp300.000," kata Satibi.

Satibi berjualan dari siang sampai malam hari, ia menyebut kalau siang pembeli rata-rata anak sekolah. Sementara itu, pembeli pada malam hari yaitu orang yang mau nonton konser.

Lapak-lapak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kebumen International Expo, Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu (2/7/2022) malam.KOMPAS.com / BAYU APRILIANO Lapak-lapak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kebumen International Expo, Kebumen, Jawa Tengah pada Sabtu (2/7/2022) malam.

Selain kopi dan jajanan es, dalam sehari Yuwanita bisa menghabiskan tujuh kardus air mineral botol.

"Dengan adanya KIE ini sangat membantu, ada kemajuan, apalagi udah lama sejak adanya corona dua tahun ini, sekarang sudah mulai ramai lagi ada kegiatan," tutur Satibi.

Pedagang lain, Santo (56) juga merasakan hal yang sama. Santo bersyukur adanya KIE bisa menambah rezeki. Apalagi, pemerintah sudah memberikan fasilitas gratis kepada seluruh pedagang Alun-Alun yang berjumlah 156 orang.

Meski dipindah, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian kepada mereka. Bahkan menambah penghasilan kepada ratusan pelaku UMKM di Kebumen.

"Selama berjualan di sini kita PKL mendapat banyak fasilitas dari pemerintah mulai dari tenda, lampu, listrik, air, sampai kita juga dikasih tabung gas gratis oleh Pertamina. Alhamdulillah banyak memberikan perhatian kepada kami para pedagang kecil," ujar Santo yang juga berjualan nasi goreng.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau