Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pulihkan UMKM Tenun NTT, Bank Indonesia Gelar Exotic Tenun Fest

Kompas.com - 13/08/2022, 07:00 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah daerah setempat, dan mitra strategis terkait menggelar Exotic Tenun Fest.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, mengatakan, tujuan digelar kegiatan ini yakni untuk mengakselerasi pemulihan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tenun NTT.

Nyoman menjelaskan, tenun NTT merupakan salah kekayaan intangible warisan budaya asli Indonesia, yang memiliki nilai sejarah seni dan budaya yang sangat tinggi.

"Namun, potensi ekonomi tenun NTT belum sepenuhnya optimal di tengah terjadinya scarring effect, akibat dampak pasca pandemi Covid-19," kata Nyoman dalam sambutannya saat pembukaan Exotic Tenun Fest, Jumat (12/8/2022).

Nyoman mengatakan, pemulihan UMKM terus berlanjut di tengah membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya kunjungan masyarakat.

Menurut Nyoman, kegiatan ini sangat penting untuk digelar.

Selain itu lanjut Nyoman, tujuan lainnya yakni mendukung gerakan nasional bangga buatan Indonesia, dalam rangka meningkatkan kecintaan dan penggunaan produk UMKM dalam negeri.

Kemudian, meningkatkan kesadaran masyarakat umum terhadap keindahan tenunan NTT dengan seluruh keragaman motif, jenis dan makna yang tersirat di dalamnya.

Kegiatan ini juga kata Nyoman, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi dan program survival UMKM, melalui digitalisasi promosi dan transaksi, business matching produk lokal NTT, dan komoditas ekspor.

"Tentu juga, kegiatan Exotic Tenun Fest, bertujuan untuk meningkatkan target penjualan UMKM dalam rangka mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dan Provinsi NTT," imbuh Nyoman.

Nyoman menjelaskan, kegiatan ini mulai digelar sejak tahun 2021 lalu.

Saat itu, capaiannya mencapai Rp 1,4 miliar, yang mencakup transaksi penjualan secara online dan offline, serta komitmen business matching pembiayaan UMKM.

Untuk Exotic Tenun Fest tahun 2022 ini, ada beragam peningkatan, antara lain perluasan fokus produk yang semula hanya tenun, kini ada juga kuliner dan kopi.

Pada kegiatan kali ini akan dilaksanakan business matching antara offtaker, eksportir dan lembaga pembiayaan sebagai wujud komitmen dan sinergi dalam pengembangan UMKM.

Nyoman menyebut, Exotic Tenun Fest termasuk dalam strategic flagship event Bank Indonesia, dengan fokus pada perluasan identitas tenun NTT kepada masyarakat luas, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga hingga internasional.

Tahun ini, Exotic Tenun Fest melibatkan 62 UMKM di NTT. Ada total 930 produk seperti kain tenun maupun produk turunannya seperti kuliner dan kopi, yang telah melalui proses kurasi.

"Kami berharap, pada tahun ini dengan aktivitas masyarakat yang terus membaik dan kondisi perekonomian yang berangsur pulih, dapat meningkatkan omzet penjualan UMKM," ujar Nyoman.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Terkini Lainnya
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Kisah Para Penjual Makanan di Kawasan Industri Nikel Weda, Sehari Bisa Raup Omzet Rp 10 Juta
Jagoan Lokal
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Penyaluran Kredit di 7 Wilayah Jatim Tumbuh 8,41 Persen, Malang Raya Didominasi Pelaku UMKM
Training
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Kementerian UMKM Fasilitasi Legalitas dan Pembiayaan kepada 1.000 Usaha Mikro di NTT
Program
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Pertamina Boyong 45 UMKM Binaan ke Trade Expo Indonesia 2025
Program
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Penjualan Stagnan, Puluhan UMKM di Kota Malang Dibekali Jurus Pemasaran Digital
Training
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Tanpa Dirigen, Orkestra UMKM Hanya Riuh Tanpa Irama
Program
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Pedagang Mengeluh Soal QRIS, Diskopindag Kota Malang Akui Tak Bisa Paksa
Program
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Indonesia Eximbank Luncurkan Buku Strategi Ekspor Jawa Tengah
Program
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Produk Sambel Uleg Hingga Pot Tanaman dari Jawa Timur Tembus Pasar Global
Program
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
BRI Rampungkan Pelatihan bagi Pengelola 100 Desa BRILiaN
Program
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
BRI Peduli Bantu UMKM Raih Sertifikasi Halal
Program
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jelang Perayaan Hari Kemerdekaan RI, Perajin Lampion di Kota Malang Kebanjiran Order
Jagoan Lokal
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Indonesia Eximbank Salurkan Fasilitas Pembiayaan dan Penjaminan Ekspor ke Petro Oxo
Program
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Perkuat Koperasi dan UMKM, Mantan Gubernur BI Luncurkan BACenter
Program
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat 'Fun Run'
Dompet Dhuafa Kenalkan Potensi Ekonomi Kaki Gunung Lawu lewat "Fun Run"
Program
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Memuat pilihan harga...
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau